Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Ketajaman Firasat Imam Abu Hanifah

Firasat adalah cahaya yang diberikan Allah ke dalam hati seorang hamba. Jika ia memikirkan (membayangkan) tentang suatu perkara, perkara itu benar-benar terjadi dengan izin Allah.

Pada tahun 182 H, Abu Yusuf adalah salah satu murid Abu Hanifah yang wafat pada tahun ini.

Abu Yusuf merupakan salah seorang sahabat senior Imam Abu Hanifah. Beliau meriwayatkan hadits dari al-A'masy, Hammam bin Urwah, Muhammad bin Ishaq, Yahya bin Sa'id, serta lainnya.

Abu Yusuf pernah bercerita, "Ayahku meninggal saat aku masih kecil. Lalu ibuku menyerahkanku kepada seorang pemutih baju. Aku sering melewati halaqah Abu Hanifah dan kemudian aku bergabung di dalamnya. Beberapa kali ibuku mengikutiku lalu menarik tanganku dari halaqah tersebut dan membawa ku ke tukang pemutih baju. Namun, aku tidak menurutinya dan tetap datang lagi ke halaqah Abu Hanifah. Hal itu berlangsung lama sampai ibuku berkata kepada Abu Hanifah, "Anak ini adalah anak yatim. Ia tidak memiliki apa-apa selain yang dimakan dari alat memintalku dan kamu telah merusaknya". Abu Hanifah berkata kepada ibuku, "Wahai ibu, anak ini adalah faludzaj yang diceluk dengan minyak fustaq, diletakkan di atas nampan dari batu permata biru.

Abu Yusuf melanjutkan, "Ketika aku memegang jabatan hakim - orang yang pertama kali mengangkatnya sebagai hakim adalah khalifah al-Hadi. Ia adalah orang pertama yang dijuluki Qadhil Qudhat (hakimnya para hakim) di dunia karena ia berkuasa dalam masalah kehakiman di seluruh wilayah yang dikuasai oleh khalifah.

Suatu hari Harun ar-Rasyid memberikan Faludzaj yang diletakkan di atas nampan yang terbuat dari batu permata biru. 

Ia berkata, "Makanlah, makanan ini tidak dibuat setiap waktu".
"Makanan apa wahai Amirul Mukminin?" tanyaku.
"Ini adalah Faludzaj", jawabnya.
Aku pun tersenyum dan Harun bertanya kepadaku,
"Kenapa Anda tersenyum?".
Aku pun menjawab, "Tidak ada apa-apa, semoga Allah merahmati Amirul mukminin".
Harun berkata, "Pasti ada sesuatu, jika engkau berkenan, ceritakanlah kepadaku?"

Maka aku pun menceritakan kisah Abu Hanifah dan ucapannya. Khalifah Harun ar-Rasyid berkata, "Sesungguhnya ilmu dapat mengangkat derajat seseorang dan memberi manfaat di dunia serta di akhirat". "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Abu Hanifah karena ia telah melihat dengan mata hatinya tidak seperti ketika ia melihat dengan mata kepalanya" sambung Khalifah Harun.

Abu Yusuf pernah berkata, "Aku telah menemani Abu Hanifah selama tujuh belas tahun. Dunia juga telah dilimpahkan kepadaku selama tujuh belas tahun pula dan sepertinya ajalku sudah dekat". Beberapa bulan kemudian ia meninggal.


Tag : Kisah firasat seorang guru terhadap muridnya, kisah kepekaan seorang guru dengan muridnya, kisah bashirah seorang guru terhadap muridnya, kisah kepandaian imam Abu Hanifah menganalisa potensi muridnya, kisah ketajaman analisa guru terhadap potensi muridnya.

-----------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 67

Post a Comment for "Ketajaman Firasat Imam Abu Hanifah"