Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Akibat Menyalahi Janji


Pada tahun 173 H, Musa al-Hadi (kakak Harun ar-Rasyid) memiliki seorang jariyah yang pandai berdendang. Musa sangat mencintainya. Pada suatu hari, ketika jariah tersebut sedang bernyanyi di hadapannya, tiba-tiba terlintas bayangan perpisahan dengan jariahnya itu. Tiba-tiba pula raut mukanya berubah. Melihat hal itu, salah seorang yang hadir bersamanya berkata, "Ada apa denganmu wahai Amirul Mukminin?"

"Tiba-tiba terlintas dalam hatiku aku akan mati dan saudaraku, Harun, menggantikanku sebagai khalifah. Ia juga akan menikahi jariah ku ini," jelas Musa.

Orang-orang yang hadir bersamanya serta merta mendoakan beliau semoga panjang umur.

Musa meminta agar dipanggilkan saudaranya, Harun. Musa pun memberitahukan apa yang baru saja terlintas dalam benaknya kepada Harun. Seketika Harun berlindung kepada Allah dari hal itu.

Musa meminta Harun untuk bersumpah dengan sumpah yang dikuatkan dengan talak, pembebasan budak, dan berhaji dengan berjalan kaki dan tidak berpenutup kepala untuk tidak menikahi jariahnya. Harun pun bersumpah untuknya. Musa juga meminta jariahnya untuk bersumpah sebagai mana sumpah Harun, dan jariahnya pun juga bersumpah untuknya.

Belum sampai dua bulan, Musa meninggal dunia. Sepeninggalnya, Harun melamar jariah Musa, namun jariah itu berkata, "Lalu bagaimana dengan sumpah yang telah engkau ucapkan?"

"Aku akan membayar kafaratnya untukku dan untukmu", tegas Harun.

Keduanya lalu menikah. Dan Harun sangat sayang kepadanya. Seringkali jariah kesayangannya itu terlelap dalam pangkuannya dan Harun memilih diam tidak bergerak. Ia tidak ingin mengagetkan hingga membuatnya terbangun.

Pada suatu malam, ketika jariah itu tidur, tiba-tiba ia terbangun dalam keadaan terkejut dan terisak menangis. Harun bertanya kepadanya, "Apa yang terjadi dengan mu?"

Jariahnya berkata, "Wahai Amirul Mukminin, dalam tidurku aku telah bermimpi bertemu al-Hadi dan ia berkata kepadaku,

Kau salahi sumpahmu,

Saat aku masuk kubur,

Kau lupakan aku,

Kau langgar, kau dustakan sumpahmu,

Kau dinikahi saudaraku sebagai pelanggar sumpah

Benarlah bila orang menyebutmu sebagai penipu

Aku sangat bersedih

Membaur dalam hamparan mayat

Kemesraan yang baru tak akan menentramkanmu

Kau akan menyusulku sebelum subuh tiba

Aku telah menempati tempatku.

"Itu hanya bunga tidur", hibur Harun menenangkan.

"Tidak, demi Allah wahai Amirul Mukminin, bait-bait syair itu seolah terpatri di dalam hatiku," jawabnya. Jariah itu terus menerus gemetaran terguncang, hingga sebelum subuh tiba, ia pun meninggal dunia.

Hikmah Kisah :

Tepatilah janji yang sudah kita buat dan jangan sampai ingkar janji. Karena kita sendiri yang akan menuai hasil baik buruknya. Karena ingkar janji adalah juga salah satu tanda-tanda orang munafik. semoga kita dijauhkan dari sifat ingkar janji. aaminn.

----------------------------------------------------------

sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan. Terbitan Istanbul, hal. 51

Post a Comment for "Kisah Akibat Menyalahi Janji"