Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Firasat Yang Benar - Ibnu Sam'un

Tahun 387 H, nama lengkapnya adalah Muhammada bin Ahmad bin Ismail Abul Husain bin Sam'un tapi lebih dikenal dengan nama Ibnu Sam'un. Orang-orang memanggilnya juga dengan al-Wa'idh (orang yang memberi nasihat). Ia termasuk orang yang saleh dan alim. Ia biasa dipanggil sebagai penutur hikmah. Beliau sangat ahli dalam mengajar dan menasihati. Ia sangat teliti dalam bermuamallah. Beliau juga banyak mendapatkan karamah dan penyingkapan berbagai hal.

Pada suatu hari beliau memberi pengajaran dari atas mimbar. Di bawah mimbar itu ada Abul Fath bin al-Qawwas, ia juga termasuk orang shaleh yang terkenal. Ketika Ibnul Qawwas mengantuk dan tertidur, sehingga Ibnu Sam'un menghentikan pengajarannya sampai Ibnul Qawwas bangun. Setelah ia terbangun, Ibnu Sam'un bertanya, "Apakah di dalam tidurmu, anda melihat Rasulullah?"

"ya benar," Jawab Ibnul Qawwas.

"Karena itu saya menghentikan ceramah dan tidak membangunkan anda" kata Ibnu Sam'un.

Ada seorang laki-laki yang mempunyai anak perempuan yang sakit selama bertahun-tahun. Pada suatu malam, orang itu bermimpi bertemu dengan Rasulullah yang bersabda kepadanya, "Mintalah kepada Ibnu Sam'un agar datang ke rumahmu untuk mendo'akan putrimu. Dengan izin Allah ia akan sembuh". Pada pagi harinya, laki-laki itu pergi menemui Ibnu Sam'un. Ketika melihat kedatangan laki-laki itu, Ibnu Sam'un pun bergegas mengenakan pakaian dan pergi bersama laki-laki itu. Laki-laki itu mengira kalau Ibnu Sam'un akan pergi ke majelisnya. Ia pun berfikir untuk menyampaikan keperluannya di tengah jalan. 

Begitu melewati rumah laki-laki itu, ia masuk. Laki-laki itu pun mempertemukan putrinya dengan Ibnu Sam'un. Setelah Ibnu Sam'un mendoakannya, ia langsung sembuh.

Khalifah at-Tha'i pernah mengutus seseorang untuk memanggil Ibnu Sam'un. Pada saat itulah khalifah sedang marah kepadanya. Utusan itu pun takut jangan-jangan terjadi sesuatu pada Ibnu Sam'un. Ketika Ibnu Sam'un berada di depan khalifah, ia pun mulai memberikan nasihat. Ia banyak menyampaikan perkataan Ali bin Abi Thalib. Khalifah pun menangis dan Ibnu Sam'un keluar dalam keadaan dimuliakan.

Ada orang yang bertanya kepada khalifah, "Bukankah ketika memanggilnya anda dalam keadaan marah?" "Aku mendapat kabar bahwa ia telah mencela Ali, sehingga saya ingin menghukumnya. Ketika ia datang, ia banyak menyebut tentang Ali, sehingga aku mengetahui kalau Ali dimuliakan. Nasihatnya berpengaruh kepadaku dan apa yang ada dalam benakku selama ini hilang." jawab khalifah.

Apakah setiap dari kita mampu berfirasat seperti ini?
Tentu tidak, karena tingkat keimanan seseorang berbeda-beda. Iman juga bertambah dan berkurang. Kebanyakan dari kita adalah orang Islam dan hanya sedikit saja yang berpredikat orang beriman. Firasat membutuhkan perbaikan lahir batin sekaligus keikhlasan dalam perkataan dan perbuatan. Jika hati telah jernih dan terisi dengan ke-wara'an, ia pun menjadi layak untuk menerima limpahan karunia dari Allah. Pada saat itu terjadilah penyingkapan-penyingkapan dari Allah, karamah, dan firasat!

-----------------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 71

Post a Comment for "Kisah Firasat Yang Benar - Ibnu Sam'un"