Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Jarir bin Abdullah al-Bajali

Adik-adik yang dirahmati Allah, berjumpa kembali dengan kak Sibyan. Sebelum kak Sibyan berkisah, kalian tau kenapa Iblis laknatullah ‘alaih diusir dari Syurga? Padahal tadinya iblis adalah makhluk yang sangat taat kepada Allah. Senantiasa beribadah kepada Allah. Terus apa yang membuat Allah murka kepadanya sehingga mengakibatkan iblis di keluarkan dari syurga? Yaa.. salah satu penyebabnya adalah karena kesombongannya. Ya, kita tahu kisahnnya ketika iblis disuruh oleh Allah untuk sujud kepada Adam namun, iblis enggan karena ia merasa lebih baik, merasa sombong ... Allah berfirman : 

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ

“Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Iblis berkata, "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Karena kesombongannya lah, iblis dikeluarkan dari syurga. Nah teman-teman, maka kita harus menjauhi sifat “sombong”.
Tapi bagaimana si caranya biar kita nggak sombong? Nah, Kali ini Kak Sibyan akan berkisah tentang seorang sahabat, yang disaksikan oleh Rasulullah bahwasannya ia tidak akan berlaku sombong di muka bumi. Yuk, kita simak kisahnnya supaya kita bisa meneladaninya dan terhindar dari sikap sombong ...

Sebelumnnya, siapakah nama sahabat ini? Nama sahabat ini adalah Jarir bin Abdullah Al-Bajali. Dia adalah orang terbaik Dzu Yaman, dan pada wajahnya terdapat tanda-tanda keindahan Malaikat. Selain ia bukan orang yang termasuk berlaku sombong di muka bumi, ternyata ia juga orang yang paling ganteng. Sampai-sampai Umar bin Khattab menjulukinya “Yusufnya Ummat Ini”. Karena saking gantengnya.

Kisahnya bermula ketika ia melakukan perjalanan dari Yaman menuju ke Madinah. Ia melakukan perjalanan dengan menaiki unta dan mebawa kopor. Ia melakukan perjalanan berniat untuk menemui rasulullah. Dan saat itu ia belum masuk Islam. Ketika sudah sampai di Madinah, ia derumkan untanya dan membersihkan kopornya. Kemudian Jarir mengenakan pakaian yang rapi dan pergi menuju masjid. Ternyata aku dapati Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah.

Ketika jarir masuk masuk masjid, “ckrek ngeekk...  dibuka pintunya” ternyata orang-orang yang ada didalam masjid memandangiku dengan tatapan tajam. “hah, tengak tengok ... kekanan ke kiri” semuanya menatapnya dengan tajam. Lantas Jarir bertanya kepada seseorang yang berada di sampinya “Hai Abdullah, apakah rasulullah SAW menyebut sesuatu terkait aku?” Dia menjawab “Ya, beliau menyebut engkau dengan sebutan yang paling baik. Tadi, sewaktu rasulullah SAW sedang berkhutbah, tiba-tiba beliau termenung (Rasulullah mendapat ilham) setelah itu beliau bersabda ‘Sesungguhnya dari pintu ini akan masuk orang yang terbaik Dzu Yaman, dan pada wajahnya benar-benar terlihat tanda-tanda keindahan Malaikat.”. “tiba-tiba masuklah engkau dari pintu ini”
Mendengar itu jarir bin Abdullah al-bajali kaget “subhanallah” benarkah? ... “iya benar!”
Subhallah!” kata jarir ketika mendengarkan berita itu. 

Kemudian Jarir masuk ke dalam masjid untuk ikut mendengarkan Khutbah bersama dengan sahabat-sahabat yang lain. Setelah selesai, kemudian Jarir menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah beliau. Ketika jarir menemui Nabi, Beliau membentangkan sejenis bantal atau permadani untuk jarir bin Abdullah Al-Bajali. Lalu rasulullah duduk di lantai. Lantas rasulullah bersabda “Aku bersaksi bahwasannya kamu tidak akan berlaku sombong dan membuat kerusakan di muka bumi.”. Maka jarir pun menjabat tangan nabi dan bersyahadat “Asyhadu anlaa ilaaha illaallah”. Kemudian Rasulullah SAW memberikan nasihat “Wahai Jarir apabila datang kepadamu seorang mulia dari suatu kaum, maka muliakanlah dia”.

MasyaAllah, ini adalah permulaan yang baik. Di awal ia masuk islam, ia mendapatkan nasihat dan contoh yang terbaik dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Setelah mendengar nasihat itu Jarir bin Abdullah Al-Bajali tidak pernah lupa untuk melaksanakan apa nasihat rasulullah tersebut. Ia senantiasa memuliakan orang lain, memuliakan orang yang datang kepadanya, dan memuliakan tamu...

------------------------------------

Nah, kira-kira apa ibrah yang dapat kita ambil temen-temen?
Yaa.. ibrahnya, kita harus memuliakan orang lain dan memuliakan tamu. Bagaimana jarir akan sombong kalau nasihat rasulullah dilaksanakan? Bagaimana ia akan sombong kalau ia memuliakan tamu? Kalian tahu apa itu sombong? Kata Rasulullah  Alkibru batharul haqi wa ghamtunnnas “sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. Bagaimana ia akan merendahkan manusia kalau dia memuliakan orang lain? Bagaimana ia akan sombong kalau ia melaksanakan nasihat rasulullah? Lebih dahsyat lagi, tadi kan rasulullah memeberikan nasihat “apabila datang kepadamu seorang mulia dari suatu kaum maka muliakanlah”. Yang dicontohkan rasulullah lebih dahsyat lagi, kira-kira rasulullah dengan jarir mulia siapa? Jelas lebih mulia rasulullah. Akan tetapi justru rasulullah malah menggelarkan sejenis bantal untuk jarir sedangkan rasulullah duduk di lantai.

Untuk para orang tua, hendaknnya ini menjadi menjadi nasihat yang baik untuk anak-anak. Nasihat yang harus tertanam pada diri anak-anak sejak dini. Melatih mereka memuliakan orang lain. Sebagaimana rasulullah mengajarkan hal tersebut di awal jarir masuk islam.

Demikian kisah awal, sahabat Jarir bin Abdullah Al-Bajali, semoga kita bisa mengambil ibrahnya. Jangan lupa nantikan kisah jarir berikutya di episode yang akan datang... insyaAllah.

Semoga bermanfaat,
Wassalamu’alaikum wr wb..

-------------------------------------------
sumber : ashabu ar-rasul. Mahmud Mishri, hal. 483 jilid 3.

Post a comment for "Kisah Jarir bin Abdullah al-Bajali"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa