Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Keajaiban Alam

Tabiat tidak selamanya terpaku pada suatu keadaan tertentu saja. Seperti halnya langit yang kadang cerah dan terkadang diselimuti mendung. Dengan semua itu orang-orang beriman akan mengambil pelajaran dan berdo'a dengan sepenuh hati untuk menghilangkan kesempitan hidup mereka. Berbeda dengan orang-orang yang lalai. Mereka hanya membicarakan suatu kejadian tapi melupakan faktor terjadinya peristiwa itu. Tiap-tiap orang beramal sesuai dengan keadaannya masing-masing. Hendaknya kita tidak menyandarkan suatu perkara hanya kepada satu tabiat saja, tetapi kita melihat tangan Allah yang mengerjakan apa saja di alam semesta. Allah adalah Zat Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri atas semua makhluk-Nya.

Pada bulan Rabi'ul Akhir 284 H kota Mesir diselimuti mendung dan awar merah di ufuk. Saat itu ketika seseorang melihat wajah temannya, ia akan melihat wajahnya berwarna merah. Begitu juga dengan dinding-dinding. Peristiwa ini berlangsung dari waktu Ashar hingga malam hari.

Para penduduk keluar bersama-sama menuju padang pasir untuk berdo'a kepada Allah dan merendah kepada-Nya, hingga Allah pun menghilangkan fenomena itu dari mereka

Pada bulan Jumadil Akhir 310 H, seekor banteng yang panjang ekornya mencapai dua hasta muncul di tugu Sumbulah. 

Pada bulan itu pula dikabarkan terjadi peristiwa terbelahnya bumi di negeri Wasit dan membuat garis panjangnya seribu hasta (+- 500 m), sedangkan yang paling kecil panjangnya 200 hasta (+- 100 M). Sebanyak 1300 desa tenggelam di sana.

Satu hari di tahun 549 H, angin bertiup sangat kencang setelah Isya dan muncul api. Pada saat itu orang-orang khawatir jika kiamat terjadi pada hari itu. Pada saat itu bumi berguncang dan air sungai Dijlah berubah menjadi merah. Darah keluar dari dalam tanah di negeri Wasit tanpa diketahui sebabnya.

Pada tahun 685 H, Sulthan Badruddin Buktt al-'Ala'i yang saat itu sedang berada sendirian di Himsha menulis kepada walikota Damaskus bahwa angin topan terjadi pada hari Kamis, tanggal 7 Shafar di negeri Himsa. Angin itu terus naik ke langit seperti bentuk tiang dan ular yang sangat besar. Batu-batu besar ikut berterbangan, naik bersama badai tersebut ke udara. Karena badai tersebut, banyak manusia hilang. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Pada hari itu juga turun hujan yang sangat lebat di Damaskus dan muncul aliran air yang banyak, terutama di daerah Shalihiyah.

Pada bulan Rabi'ul Awwal 701 H, hakim negeri Hammah mengirim surat yang memberitahukan bahwa pada hari-hari itu daerah Barain telah terjadi hujan salju dengan ukuran besar. Salju itu berbentuk berbagai hewan, baik binatang seperti kalajengking dan ular maupun binatang jinak seperti burung dan kambing. Ada juga yang berbentuk perempuan. Peristiwa ini dikuatkan oleh Hakim Nahiyah yang disampaikan kepada Hakim Hammah.


tag : kisah kengerian alam semesta, kisah ajaib perubahan alam dan cuaca, kisah hujan es berbentuk hewan di Arab, kisah kejadian alam luar biasa, 

------------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 109

Post a Comment for "Kisah Keajaiban Alam"