Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Kecerdasan al-Baqilani

Nama aslinya adalah Muhammad bin Thayyib, namun akrab dipanggil Abu Bakar al-Baqilani. Beliau adalah orang yang dikaruniai kecerdikan dan kecerdasan. Khalifah Adhadhud Daulah pernah mengutusnya untuk memberikan surat kepada raja Romawi. Ketika sampai di Romawi, ketika hendak menghadap raja harus melewati sebuah pintu rendah setinggi orang rukuk.

Al-Baqilani pun paham bahwa maksud dibuatnya pintu seperti itu agar orang yang masuk kedalamnya menunduk seperti orang yang rukuk. Ia pun mengarahkan pantatnya ke arah raja dan memasuki pintu dengan punggungnya serta berjalan ke belakang. Ketika telah sampai kepada raja, ia pun berbalik dan mengucapkan selamat  kepada raja. Raja pun mengetahui kecerdasannya, sehingga ia memuliakannya.

Suatu ketika raja pernah mengirim Argal -sebuah alat musik tabuh- kepada al-Baqilani. ia ingin membuatnya lalai. Karena khawatir memperlihatkan gerakan-gerakan yang kurang sopan di hadapan raja, ia pun melukai kakinya hingga darah mengucur dari lukanya itu. Mulailah ia sibuk dengan lukanya sehingga ia tidak mendengarkan lantunan musik. Pada saat yang sama ia juga tidak menunjukkan gerakan yang tidak sopan.

Ketika sang raja mengetahui bahwa al-Baqilani melukai dirinya agar tidak larut dalam lantunan musik, ia pun kagum. Padahal, selama ini orang yang mendengar musik itu akan terbuai dan menari.

Salah seorang uskup kerajaan pernah bertanya kepadanya di hadapan raja, "Apa yang telah diperbuat oleh istri Nabi Kalian (Aisyah ra.) dan apa yang terjadi setelah ia dituduh dengan tuduhan bohong?". Dengan segera al-Baqilani menjawab, "Ada dua orang wanita yang disebut dengan kejelekan, yaitu Maryam dan Aisyah. Lalu Allah membebaskan keduanya dari tuduhan. Aisyah adalah seorang wanita yang bersuami namun tidak memiliki anak, sedangkan Maryam memiliki anak namun tidak mempunyai suami - maksudnya bahwa Aisyah lebih utama untuk bebas dari tuduhan daripada Maryam - akan tetapi masing-masing dari mereka terbebas dari tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Bila terbetik keraguan terhadap Aisyah, berarti ia akan lebih menuduh lagi terhadap Maryam. Namun dengan memuji Allah, keduanya disucikan dan dibebaskan dari langit melalui wahyu Allah. Semoga Allah merahmati keduanya"

-----------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 79

Post a comment for "Kisah Kecerdasan al-Baqilani"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa