Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Kecerdikan Amru bin Ash

Tahun 15 H, tentang peristiwa benteng Ajnadin. Amru bin Ash sedang dalam sebuah perjalanan bersama pasukannya. Abdullah bin Amru, sang anak berada di sebelah kanannya dan Junadah bin Tamim al-Maliki berada di sebelah kirinya. Ia telah mewakilkan pemerintahan Yordania ketika itu kepada Abul A'war as-Sulami.

Sesampainya di Ramalah, beliau mendapati sepasukan besar Romawi yang dipimpin oleh Artabon. Ia adalah orang Romawi yang paling cerdik, paling pintar, dan paling licik. Ia telah menempatkan pasukan yang sangat besar di Ramalah dan Ila'. Amru pun mengirim surat kepada Umar bin Khattab untuk mengabarkan hal itu. Umar pun membacanya dan berkata, "Aku telah menghadapkan Artabon Arab dan Artabon Romawi, maka lihatlah siapa yang lebih unggul".

Amru bin Ash mengirim al-Qamah bin Hakim al-Farasi dan Masyruq bin Bilal al-'Aki untuk menyerang Ila'. Mengrim Abu Ayyub al-Maliki untuk menyerang Ramalah yang sedang dilanda perang. Tujuan menyerang kedua kota tersebut adalah untuk mengalihkan perhatian mereka dari Amru bin Ash dan pasukannya. Ketika bantuan pasukan dari umar telah sampai kepada Amru bin Ash, ia pun mulai membaginya ; sekelompok pasukan dikirim kepada pasukan musuh dan sekelompok pasukan lain dikirim kepada pasukan musuh yang lain.

Amru bin Ash tinggal di benteng Agnadin. Namun, ia belum bisa mengetahui kelemahan Artabon dan orang-orang yang diutusnya belum membuatnya puas. Akhirnya ia sendiri bertindak untuk menemui Artabon seakan-akan ia seorang utusan untuk memahami apa yang diinginkan Artabon dan mendengarkan perkataannya serta mengamati benteng pertahanannya sehingga mengetahui apa yang sedang direncanakan.

Ketika itu Artabon berkata dalam hati, "Demi Allah, ini pastilah Amru, atau ia adalah orang yang menyampaikan pendapat Amru. Dengan membunuhnya aku telah melakukan serangan paling telak". Kemudian Artabon memanggil seorang penjaga dan membisikkan sesuatu, memerintahkannya untuk membunuhnya. "Pergilah dan tunggulah di tempat ini dan itu. Jika orang ini (Amru) lewat, maka bunuhlah ia" perintahnya kepada utusannya (penjaga tadi).

namun Amru mengetahui rencana tersebut dan berkata kepada Artabon, "Wahai tuan, sesungguhnya aku telah mendengar perkataan Anda dan Anda pun juga telah mendengar perkataanku. Aku hanyalah salah satu dari dua belas utusan Umar bin Khattab untuk menemui pemimpin negeri ini untuk melihat urusan-urusannya. 

Saya sangat ingin mengajak Anda menemui mereka agar mereka mendengar perkataan Anda dan melihat pendapat anda". Artabon menjawab, "Boleh, bawalah aku kepada mereka". Lalu Artabon memanggil seorang laki-laki bawahannya dan membisikkannya, "Pergilah kepada si fulan (penjaga) dan cegahlah tindakannya"

Amru pun berdiri lalu pergi kepada pasukannya. Barulah Artabon menyadari bahwa utusan yang telah datang kepadanya tersebut adalah Amru bin Ash. Ia berkata "Orang itu telah memperdayaiku. Orang itu, demi Allah, adalah orang Arab yang paling cerdik (sedangkan di dalam riwayat ath-Thabari, 'makhluk yang paling cerdik'). Ketika berita itu sampai kepada Umar, ia berkata, "Amru bin Ash memang hebat".

tag : kisah Artabon Arab melawan Artabon Romawi, Kisah kecerdikan Amru bin Ash mengelabuhi Artabon Romawi

-------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 44

Post a Comment for "Kisah Kecerdikan Amru bin Ash"