Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Kematian Jamaluddin al-Asbahani

Pada tahun 559 H. Namanya Muhammad bin Ali bin Abi Manshur Abu Ja'far al-Ashbahani. Ia bergelar Jamaluddin, wakil gubernur kota Mosul.

Ia senang bersedekah dan berbuat baik. Sungguh besar jasanya yang ia tinggalkan bagi kota Makkah dan Madinah. Ia mengalirkan mata air ke padang Arafah, membangun pabrik-pabrik, membangun masjid Khaif, membangun pagar kota Madinah, membangun jembatan di atas sungai Dijlah di pulau Ibnu Umar dari batu pahatan, besi dan timah, serta membangun banyak lahan ternak.

Setiap hari ia selalu bersedekah di depan pintu rumahnya sebanyak 100 dinar. Ia tebus para tawanan dalam setiap tahunnya dengan harta 10.000 dinar. Ia santuni para ahli fikih dan fakir miskin yang ada di Baghdad dan kota-kota lainnya.

Pada tahun 585 H, ia dipenjara, "Seekor burung putih pernah hinggap sebelum kematian jamaluddin. Burung itu senantiasa menemaninya dan ia senantiasa berdzikir kepada Allah sampai meninggal pada bulan Sya'ban tahun 585 H. Setelah itu burung itu pun terbang. Jamaluddin dikuburkan di sebuah tempat yang ia bangun untuk dirinya sendiri di kota Mosul, "tulis ... dalam kitab... berdasarkan cerita orang yang pernah tinggal bersama Jamaluddin.

Antara ia dan Asaduddin Syirakuh bin Syadzi pernah terjadi persaudaraan. Masing-masing berjanji bahwa siapapun diantara keduanya yang meninggal duluan, hendaklah yang lain membawa jasadnya ke kota Madinah al-Munawwaroh.  Asaduddin pun membawa jasad Jamaluddin dari kota Mosul ke kota Madinah dengan diangkat di atas pundak beberapa orang laki-laki.

Setiap kali melewati suatu daerah, para penduduk daerah tersebut mendo'akannya dan memohonkan rahmat untuknya serta memuji kebaikannya. Kemudian ia pun dishalatkan oleh penduduk Mosul, Tikrit, Baghdad, Hillah, Kuffah, Fiyad, dan Mekah. Lalu jasadnya dibawa berkeliling di sekitar Ka'bah. Setelah dishalatkan, jasadnya dibawa ke kota Madinah untuk dimakamkan. yaitu di sebelah timur masjid Nabawi.

"jarak antara kukburannya dan kuburan Nabi hanya lima belas hasta," ujar ibnul Jauzi dan Ibnu Sa'i.

tag : kisah akhir hayat orang baik, kisah kematian orang yang banyak berbuat kebaikan, kisah kuburannya didekatkan dengan rasulullah

------------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 53

Post a Comment for "Kisah Kematian Jamaluddin al-Asbahani"