Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Masuk Syurga Lantaran Menjauhi Hasad



Assalamu’alaikum,

Disini saya akan berkisah tentang, salah satu sahabat rasulullah. Sahabat ini berasal dari Anshar. Inilah sahabat yang disebut oleh rasulullah dengan “seorang laki-laki penduduk syurga”. Bahkan rasulullah mengungkapkannya sebanyak tiga kali. Wahh... kira-kira mau nggak temen-temen menjadi penghuni syurga? Kira-kira apa ya.. yang membuat sahabat anshar ini menjadi penghuni syurga?
Yuk... kita simak  kisahnya.

Kisah ini Diriwayatkan dari Anas bin Malik, suatu ketika rasulullah sedang duduk-duduk seperti biasa bersama dengan para sahabat.
Kata Anas, “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.’
--- mendengar itu para sahabatpun kaget, hah akan datang seorang laki-laki penghuni syurga? Hey kan datang seorang laki-laki penghuni syurga. Hah? Siapa orangnya? Siapa orangnya?
Para sahabatpun penasaran dengan laki-laki yang dimaksud oleh rasulullah. Nah, tak lama kemudian ---

Seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, dan tangan kirinya sedang menenteng sandal.
Esok harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dengan para sahabat sedang duduk-duduk kembali seperti biasanya.  Disaat kondisi seperti itu, duduk-duduk berbincang, rasulullah bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.’
--- para sahabat penasaran lagi, siapa laki-laki penghuni syurga ini? Disaat penasaran seperti itu --- muncullah lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya. Bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya dan tangan kirinya menenteng sandal. Wah, makin penasaran nih, para sahabat dengan laki-laki penghuni syurga ini. Siapa sih dia? seperti apa sih amalnya?

Baiklah berlalulah orang itu dan para sahabat pun bubar, pulang ke rumah masing-masing.
Nah, Keesokan harinya lagi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!!’
Tidak berapa lama kemudian, datang lagi orang yang kemarin! --- wah para sahabat udah nggak sabar nih, penasaran siapa laki-laki ini? Apa amalannya yang menyebabkan ia menjadi penghuni syurga? Makanya sahabat Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti orang ini ke rumahnya ---

Laki-laki ini datang sebagaimana kondisi sebelumnya ; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, tangan kirinya menenteng sandal.
Setelah majelis selesai, Rasulullah pun bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash yang tadi sangat penasaran, mengikuti lelaki tersebut, lalu ia berkata kepada lelaki tersebut, ‘hai sahabat, eehh .. Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.’
Dia menjawab, ‘Oh.. iya Silahkan!’

Ahh..  Amr bin Ash menginaplah ia selama tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut. Sambil ia amat-amati amalan apa yang membuat ia menjadi penghuni syurga. Terus ia amatin. Siangnya ia tak mendapatkan sesuatu yang istimewa dari amalan laki-laki penghuni syurga tersebut. Baiklah ia tunggu waktu malam harinya.
eh setelah malam hari, ia pun tak pernah mendapati orang ini sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

Kata Abdullah bin Amr bin Ash, ‘Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.’
Hal ini memang sudah biasa dilakukan para sahabat rasulullah. Para sahabat biasa membaca dzikir dan takbir disetiap waktunya. Tidak bicara kecuali yang baik.
Setelah ia menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah menganggap remeh amalnya, ia berkata, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku sedang tidak ada masalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.’ Selesai beliau bersabda, ternyata engkaulah yang muncul sebanyak tiga kali berturut2. Inilah yang mendorongku untuk menginap di rumahmu.

Saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Dan kayaknya, aku juga tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang istimewa. biasa-biasa saja gitu.. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata engkau laki-laki penghuni syurga?

Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘saya tidak melakukan apa-apa kecuali sebagaimana yang kamu lihat, saya tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja saya tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’
Lantas, Abdullah bin Amr pun berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

----------------
Naah, temen-temen apa ibrah yang dapat kita ambil dari kisah tersebut?
Ibrahnya adalah ... mari kita jauhi sifat hasad, mari kita jauhi sifat iri , mari kita jauhi sifat dengki.
Kita tidak boleh hasad atau iri atau dengki kepada sesama muslim. Kita tidak boleh iri terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain....
Semoga dengan kita menjauhi sifat iri, Allah memasukkan kita ke dalam syurganya, amiiin ya rabb...
Sekian kisah dari kak sibyan semoga kita bisa mengambil ibrahnya ...

Wassalamu'alaikum wr. wb..

Post a Comment for "Kisah Masuk Syurga Lantaran Menjauhi Hasad"