Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Menasihati Tanpa Menyakiti

Sebuah teladan dalam mengubah kemungkaran dengan cara yang baik.
Pada tahun 348 H, Muhammad Abu Bakar al-Adami pernah bersama Abul Qasim al-Baghawi dalam satu rombongan untuk berhaji. Setibanya di Madinah, rombongan singgah di masjid Nabawi. di dalam masjid mereka mendapati seorang kakek buta yang sedang bercerita dihadapan sekumpulan orang. Ternyata kisah-kisah yang diceritakan si kakek ialah cerita-cerita palsu dan dusta.

Menyaksikan si kakek dengan ceritanya, al-Baghawi berkata, "Semestinya ada yang mengingkari hal ini"

Salah seorang sahabatnya berkata, "Saat ini anda sedang tidak berada di kota Baghdad yang penduduknya banyak mengenal Anda ketika anda mengingkari perbuatan orang itu. Di sini, orang yang mengenal anda sedikit, sedangkan jumlah mereka banyak. Kami berpendapat alangkah baiknya bila Anda meminta Abu Bakar al-Adami untuk membaca al-Qur'an"

Segera al-Baghawi meminta Abu Bakar al-Adami untuk membaca al-Qur'an. Belum sampai selesai bacaan ta'awudz, kumpulan orang-orang yang mengerumuni kakek buta itu telah bubar. Orang-orang itu beralih mengerumuni Abu Bakar al-Adami.

Kakek buta itu pun memegang tangan penuntunnya sembari berkata, "Tuntunlah saya pergi, beginilah nikmat itu hilang".

Beginilah seharusnya dakwah. Beginilah seharusnya mengubah kemungkaran. Dakwah menggunakan tatacara al-Qur'an ; dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Saat ini kita butuh para dai yang bersungguh-sungguh untuk menuntun manusia kepada Rabb mereka. Jika para pengusung kebatilan saja menggunakan seni dalam menghiasi kebatilan mereka dan menyeru kepadanya, para pengusung kebenaran juga harus bersungguh-sungguh dalam berdakwah.

Wajah Islam yang indah membutuhkan orang yang bisa menampakkan keindahannya.

tag : kisah berdakwah dengan hikmah, kisah menasihati tanpa berbicara kepada yang salah, kisah menasihati tanpa ucapan,

-------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 48

Post a Comment for "Kisah Menasihati Tanpa Menyakiti"