Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Menjaga Pendengaran Dari Hal Yang Tidak Baik

Saat kecil Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tinggal di Perkampungan Halimatussa'diyah. Salah satu kegiatan di sana selain belajar bahasa Arab yang Fasih juga menggembala kambing.

Suatu hari Muhammad kecil saat menggembala di  perkampungan Halimatus Sa'diyah berkeinginan untuk mendengarkan musik pada resepsi pernikahan di Makkah. Berangkatlah Muhammad sore itu dengan berpamitan kepada kawannya sesama penggembala kambing. Ketika waktu malam sampai di Makkah, Muhammad menyaksikan sebuah resepsi pernikahan yang di dalamnya terdapat hiburan musik. 

Muhammad duduk di tempat itu, namun tiba-tiba dirinya mengantuk, dan ditidurkan oleh Allah SWT. Muhammad baru bangun satelah sinar matahari menerpa dirinya. Pagi hari Muhammad kembali ke kampung ibu susuannya dan ditanya oleh kawannya, "Apa yang kamu saksikan?" 

Muhamamd menjawab: "Aku tidak melakukan apa-apa." Kemudian Muhammad menceritakan kejadian tertidurnya tadi malam kepada kawannya. 

Malam berikutnya Muhammad kembali ke Makkah dengan tujuan yang sama, namun peniduran Allah kembali terulang pada pengalaman yang kedua. Pada saat kawannya bertanya, Muhammad menjawab bahwa ia tidak menyaksikan dan mendengar apa-apa karena tertidur hingga waktu pagi tiba. (Bidayah wa nihayah)

IBRAH :
Kita harus menjaga pendengaran kita dari hal hal yang tidak berguna/ _laghiyah_

Nabi Muhammad ditidurkan oleh Allah supaya tidak
mendengar kesia-siaan (musik), sedangkan Nabi Muhammad adalah contoh bagi manusia. Seolah Allah ingin mencontohkan/memerintahkan kepada kita supaya menjaga pendengarakan kita dari hal l-hal demikian, perkataan sia-sia (laghiyah/laghwu) apa lagi perkataan dusta.

Post a Comment for "Kisah Menjaga Pendengaran Dari Hal Yang Tidak Baik"