Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Pernikahan al-Makmun dan Buran

Tahun 272 H. al-Makmun mengadakan akad nikah dengan Buran di kota Fammish Shulh pada tahun 106 H. Ketika itu Buran baru berumur 10 tahun. Kelak, mereka berdua hidup bersama selama sepuluh tahun juga. Pada waktu itu, ayah Buran menebarkan tangkai kesturi di atas kepala Buran kepada khalayak yang hadir.

Di setiap tangkai itu terdapat helai daun yang bertuliskan nama desa, kepemilikan budak wanita, budak laki-laki, atau kuda. Siapa yang mendapatkannya berhak memilikinya. Ia juga menyebarkan uang dan minyak wangi. Ayah buran mengeluarkan uang 50 juta dirham untuk al-Makmun dan bala tentaranya selama berlangsungnya pesta. Ketika al-Makmun pergi, ia memberikan 10 juta dirham kepada mertuanya. 

Setiap kali al-Makmun hendak duduk, para bawahannya membentangkan tikar dari emas dan menebarkan seribu biji batu permata di bawah kedua kakinya. Di situ terdapat tempat air minum yang terbuat dari emas dan di dalamnya terdapat lilin dari Ambar seberat empat puluh mun (takaran senilai 12,5 ons).

al-Makmun menyadari pemborosan ini dan ia menatap biji mutiara di atas tikar yang bersinar dan berkata :

"Semoga Allah memerangi Abu Nawwas yang berkata ketika menggambarkan khamer :
seakan-akan gelembungnya, baik yang kecil maupun besar
adalah kerikil-kerikil mutiara dari emas di atas bumi"

al-Makmun lalu memerintahkan agar butiran mutiara itu dikumpulkan dan diletakkan di kamar pengantin. "Ini adalah hadiah dariku untukmu dan sampaikanlah kebutuhanmu" kata al-Makmun. "Mintalah kepada tuanmu karena ia telah memintamu berbicara", kata nenek Buran merayu Buran. "Saya meminta kepada Amirul Mukminin agar meridhai Ibrahim bin Mahdi" kata Buran. al-Makmun pun meridhainya.

------------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 97

Post a Comment for "Kisah Pernikahan al-Makmun dan Buran"