Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Pernikahan Putri Sultan Mulkisyah

Konon, saat putri Sulthan Mulkisah doboyong ke rumah khalifah, dibutuhkan 130 ekor unta untuk mengangkut perlengkapannya. Perlengkapan itu diselimuti dengan kain sutra dari Romawi. Kebanyakan perlengkapan itu berupa guci emas dan perak. Perlengkapan itu dibawa juga oleh 74 bighal yang diselimuti dengan macam-macam kain sutra raja.

Di punggung setiap enam ekor binatang itu terdapat kotak yang terbuat dari emas. Di dalam kotak tersebut terdapat berbagai macam permata dan perhiasan. Di depan bighal telah berbaris 33 kuda yang memakai pelana dari emas yang ditempeli permata. Khalifah mengutus menteri Abu Syuja untuk menyambut rombongan itu dengan membawa iring-iringan 300 orang selain pembawa penerangan untuk melayani Sittu Khatun, istri sultan Tarkan Khatun, mertua khalifah.

Sultan meminta istrinya untuk membawa titipan ke rumah khalifah. Menteri Nizhamul Mulki serta sejumlah raja juga ikut hadir dengan membawa lilin dan obor. Istri-istri para raja juga ikut hadir. Masing-masing mereka membawa rombongan dan jariyah sendiri-sendiri.

al-Khatun, putri sultan sekaligus istri khalifah berjalan di belakang iring-iringan penyambut yang besar. Ia berada di atas tandu yang diselimuti dengan emas dan permata. Ia disertai 200 jariyah Turki yang dibawa di atas tandu dengan menaiki kendaraan yang dihiasi perhiasan menakjubkan.

Keesokan harinya, khalifah mengundang para gubernur untuk makan di rumahnya. Pada saat itu khalifah memberikan hadiah kepada ibu mempelai wnita.

Sampai seperti itu pemborosan dan penghamburan yang dilakukan. Apakah seorang pemimpin boleh menggunakan harta kaum muslimin seperti terhadap harta pribadinya?
Islam melarang pemborosan dan penghamburan. Betapa sering kita membaca dan mendengar -- baik dahulu maupun sekarang -- seseorang mengadakan pesta pernikahan sampai berhutang ke sana kemari.

Dalam buku yang berjudul Tiga Perkawinan yang Menyebabkan Hara Simpanan Menipis, karya Doktor Muhammad Ahmad Al-Hafni disebutkan bahwa ketiga peristiwa itu adalah perkawinan Qathratunnada dengan al-Mu'tahid, perkawinan Buran dengan al-Makmun, dan perkawinan al-Khadiyyu Ismail. Perkawinan itu menyebabkan menipisnya harta simpanan dan melemahkan persiapan pasukan dalam menghadapi pasukan Salib dan Tartar.

Islam melarang pemborosan dan penghamburan. Di antara orang yang fakih dalam agama dan menjaga harta masyarakat adalah khalifatur rasyidin. Umar bin Abdul Aziz, dan seorang mujaddid (pembaharu) abad pertama Hijriyah. 

Sedangkan di antara orang yang berinfak dalam kebaikan adalah Abdullah bin Mubarak. Marilah kita memetik pelajaran dari mereka.

--------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 99

Post a Comment for "Kisah Pernikahan Putri Sultan Mulkisyah"