Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Seseorang Melihat Negeri Ya'juj dan Ma'juj

Tahun 22 H. Salam at-Turjuman pernah diutus oleh Khalifah al-Watsiq bi Amrillah bin al-Mu'tashim yang sebelumnya pernah bermimpi bahwa dinding Ya'juj dan Ma'juj telah terbuka. al-Watsiq mengutusnya dengan membawa surat agar disampaikan kepada raja-raja. Ia membawa dua ribu keledai pembawa makanan. Rombongan itu berjalan di jalan antara kota Samara dan Ishaq di negeri Taflis.

al-Watsiq menuliskan surat untuk mereka yang ditunjukkan kepada penguasa Sarir. Lalu penguasa Sarir menuliskan surat yang ditujukan kepada raja Allan. Kemudian penguasa Sarir menuliskan surat yang ditujukan kepada Qablansyah. Lalu ia menuliskan surat yang ditujukan kepada raja Khazar. Kemudian raja Khazar mengirim lima orang anak untuk menemani mereka selama 25 hari, hingga sampai ke sebuah tanah hitam berbau busuk. Saking busuknya sampai-sampai mereka harus menghirup cuka.

Disitu mereka berjalan selama 10 hari dan sampai di kota yang hancur. Kemudian berjalan di sana selama 27 hari. Itulah kota-kota yang dipukuli oleh Ya'juj dan Ma'juj. Sampailah mereka di sebuah benteng yang terletak dekat dengan dinding dan menjumpai masyarakat yang memahami bahasa Arab dan Persi serta menghafal al-Qur'an.

Mereka memiliki tempat-tempat belajar dan masjid-masjid. Masyarakat itu merasa heran dengan keberadaan rombongan tersebut. Ketika disebutkan bahwa mereka datang dari sisi Amirul Mukminin al-Watsiq, masyarakat itu tidak ada yang mengetahuinya.

Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan dan sampai di sebuah gunung sangat tandus serta tidak ada tanamannya. Di situ terletak sebuah dinding yang terbuat dari bata besi yang di luarnya dilapisi oleh kuningan. Dinding tersebut sangat tinggi hingga hampir-hampir pandangan tidak dapat menjangkau puncaknya. Puncak-puncaknya juga terbuat dari besi.

Di tengah-tengah bangunan itu terdapat pintu yang sangat besar dengan grendel yang tergembok. Lebar pintu tersebut seratus hasta dan panjangnya juga seratus hasta dengan ketebalan lima hasta. Panjang tembok yang digunakan 7 hasta dengan tebal satu depa. Di tempat itu ada penjaga yang selalu memukul gembok setiap hari, setelah itu mereka mendengar suara yang sangat keras dan mengagetkan.

Ada yang mengatakan bahwa di belakang tembok tersebut ada penjaga-penjaga dan di dekatnya ada dua benteng yang sangat besar. Di antara kedua benteng itu ada sebuah sumber air tawar. Di salah satu tembok ada sisa-sisa bangunan berupa kamar-kamar yang terbuat dari bata besi dan lainnya. Panjang batanya satu setengah hasta, begitu juga dengan ketebalannya. 

Ketika ditanya apakah mereka pernah melihat sosok Ya'juj dan Ma'juj, penduduk negeri itu menjawab pernah. Pada suatu hari mereka pernah melihat beberapa sosok Ya'juj dan Ma'juj dari atas puncak. Tiba-tiba angin berhembus melempar Ya'juj dan Ma'juj tersebut jatuh kedalam benteng. Ternyata tinggi salah seorang dari mereka hanya satu atau setengah jengkal.
wallahu a'lam.


Tag : kisah seseorang yang melihat Ya'juj dan Ma'juj, Kisah seseorang yang melewati negeri Ya'juj dan Ma'juj, kisah seseorang yang melewati kota yang dihancurkan Ya'juj dan Ma'juj.

-----------------------
sumber : kisah-kisah unik islami. Hasan Ramadhan, hal. 32

Post a comment for "Kisah Seseorang Melihat Negeri Ya'juj dan Ma'juj"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa