Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Si Celaka dan Si Bahagia

Tahun 670 H. Di pinggiran negeri Palestina tinggallah seorang lelaki yang sering menangis. Ia suka sekali berbuat baik, beribadah dan menjamu setiap orang yang lewat. Ia adalah Syaikh Ali al-Bakka'.

Sultan Manshur Qalawun sangat menyanjung beliau. "Saya pernah bertemu dengannya dan ia memberitahukan tentang segala hal yang terjadi secara umum dan menyimpulkan bahwa Manshur Qalawun akan berkuasa" ujar sultan Manshur seperti dikutip oleh Quthbuddin al-Yunini.

Quthbuddin al-Yunini juga menyebutkan bahwa sebab Syaikh Ali al-Bakka' kerap menangis adalah karena beliau pernah menemani seorang laki-laki yang banyak karamah (mengalami hal-hal luar biasa) bepergian ke luar kota Baghdad. Setelah menempuh perjalanan satu jam, keduanya telah tiba di suatu daerah sejauh perjalanan satu tahun.

Ditengah perjalanan, lelaki itu berpesan kepada Syaikh Ali al-Bakka', "Aku akan mati pada waktu sekian maka dampingilah aku ketika itu di suatu daerah".

Ketika waktu itu tiba, Syaikh Ali menemuinya dalam keadaan pingsan dengan posisi telah berputar ke arah timur. Ia mengubah posisinya ke arah kiblat, namun ia kembali berputar ke arah timur. Lalu Syaikh Ali mengubah posisinya kembali ke arah kibalat. Perlahan ia membuka kedua matanya dan berkata, "Jangan repot, sesungguhnya aku mati dengan menghadap ke arah ini". Lelaki itu pun mulai mengucapkan perkataan para pendeta Nashrani sampai mati.

Syaikh Ali dibantu beberapa orang membawanya ke biara yang ada di negeri itu. Setelah sampai di biara, ternyata orang-orang yang ada disitu sedang mengalami kesedihan yang mendalam. "Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Syaikh Ali waktu itu. Penduduk menjawab, "Kami memiliki tetangga seorang tua yang sudah berumur 100 tahun. Namun pada hari ini, ia meninggal sebagai orang Islam". "Ambillah mayat ini sebagai ganti orang tua itu dan serahkan ia kepada kami" ujar rombongan pengantar.

Kemudian rombongan itu membawanya keluar, memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkannya di kuburan kaum muslimin. Adapun penduduk desa itu membawa mayat laki-laki (yang pernah bepergian bersama syaikh Ali) dan menguburkannya di kuburan orang-orang Nashrani. Kita memohon kepada Allah akhir hayat orang yang baik.

Syaikh Ali meninggal pada bulan Rajab tahun 670 H.

------------------------
sumber : Kisah-kisah Unik Islami. Hasan Ramadhan, hal. 55

Post a comment for "Kisah Si Celaka dan Si Bahagia"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa