Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan Pernikahan Islami

Perkawinan bukan semata-mata untuk tujuan seksual. Itu hanya tujuan sekunder. Sedangkan tujuan primer dari sebuah pernikahan adalah :

a. ) Memperbanyak Jumlah Umat Islam dan Menggembirakan Rasulullah saw.

Ma'qil bin Yasar datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, "Saya telah berkenan dengan seorang wanita cantik, tapi tidak bisa melahirkan anak. Apakah saya boleh mengawininya?". Rasulullah menjawab,"Tidak". Lalu ia datang lagi kepada Rasulullah untuk mengajukan pilihannya, Rasulullah tetap melarang. Setelah yang ketiga kalinya Rasulullah saw. bersabda,

"Nikahilah wanita yang bisa melahirkan banyak anak (al-walud) karena aku akan berbangga dengan kalian kepada umat-umat lain." (HR. Abu Daud dan Nasa'i)

b. ) Menjaga Kesucian Diri dan Taqarrub (pendekatan diri) Kepada Allah

Rasulullah saw. bersabda, "Bersetubuh dengan istri pun shadaqah". Para sahabat berkata, "Ya Rasulallah, apakah seorang melampiaskan syahwatnya diberi pahala?" tanya sahabat. "jika pelampiasan syahwat itu pada hal yang terlarang apakah berdosa?" tanya Rasulullah. "tentu" jawab mereka. "Begitulah, jika pelampiasan itu pada hal yang di halalkan maka akan mendapat pahala".

c. ) Melahirkan Generasi Muslim

Maka penting bagi pasangan suami istri agar setiap kali akan berhubungan jima' hendaklah memancangkan niat supaya dikaruniai keturunan yang shalih/shalihah. Kata Rasulullah saw ; nabi Sulaiman bin Dawud pernah berkata, 

"Saya akan menggilir istri saya semalam hingga seratus atau sembilan puluh sembilan orang agar masing-masing dapat melahirkan pejuang yang akan berjihad di jalan Allah."

Seorang mengingatkannya, "Katakanlah InsyaAllah!" akan tetapi dia tidak mengatakannya. Maka hanya seorang wanita yang hamil dan melahirkan seorang anak separuh laki-laki.

Rasulullah saw. bersabda "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya dia (Nabi Sulaiman as.) mengucapkan "insyaAllah" niscaya semuanya (semua istrinya) akan melahirkan para pejuang di jalan Allah".

Menurut Ibnu Hajar dalam fathul bari, "Barangsiapa ketika hendak bersetubuh dengan istrinya berniat mendapatkan seorang anak sebagai pejuang di jalan Allah, maka jika dikabulkan ia mendapat pahala dan jika tidak, ia tetap mendapat pahala dengan niatnya tadi"

d.) Menjaga Kelangsungan Keturunan Manusia

Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah salah seorang dari kamu menyerah dari memohon agar dikaruniai anak, sebab jika seorang itu mati tanpa mempunyai anak namanya akan terputus".

Beliau juga bersabda, 

"Tidaklah seorang anak dilahirkan di sebuah keluarga melainkan dapat menjadi kebanggaan yang sebelumnya tidak dimiliki" (HR. Thabrani)

------------------------
sumber : Cara Nabi Mendidik Anak. Ir. Muhammad Ibn Abdul Hafidz Suwaid, hal. 16

Post a comment for "Tujuan Pernikahan Islami"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa