Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Malik bin Dinar Dengan Tetangga Berandalan

Seorang pemuda tinggal di lingkungan tempat tinggal Malik. Akhlaknya sangat buruk dan kelakuannya keji. Malik terganggu dengan tingkah buruk pemuda itu, tapi ia bersabar menunggu orang lain untuk menegurnya. Singkatnya, yang lain malah datang kepadanya mengadukan soal si pemuda. Maka, Malik pun mendatangi si pemuda dan memintanya agar berubah. Pemuda itu bereaksi dengan sikap keras kepala dan congkak.

"Aku ini kesayangan Sultan" kata pemuda itu kepada Malik bin Dinar.
"Tak ada yang mampu melarangku atau mencegahku berbuat sesuka hati"
"Aku akan bercerita kepada Sultan," ancam Malik.
"Sultan tidak akan pernah menarik restunya padaku" tukas si pemuda.
"Dia akan menyetujui apapun yang aku perbuat" lanjut si pemuda.
"Ya, jika Sultan tidak dapat lagi berbuat apa-apa, aku akan mengadu kepada Yang Maha Pengasih" jawab Malik sembari menunjuk ke langit.
Pemuda itu berkata, "Dia terlalu pengasih untuk menghukumku"

Ini membungkam Malik, sehingga ia pun pergi meninggalkan pemuda itu. Beberapa hari berlalu, tingkah buruk pemuda itu pun semakin menjadi-jadi. Orang-orang kembali mengeluh kepada Malik. Malik pun pergi untuk menegur pemuda itu ; tetapi dalam perjalanan ia mendengar suara 

"Jangan ganggu sabat-Ku!"

Dalam keadaan tercengang, Malik mendatangi pemuda itu. "Apa yang telah terjadi?" kata si pemuda ketika melihatnya, "sehingga engkau datang menemuiku untuk kedua kalinya?"

"Kali ini aku tidak datang untuk memarahimu" jawab Malik.
"Aku datang sekedar menyampaikan bahwa aku mendengar suara yang berkata bahwa kau sahabat-Nya"
"Ah, jika benar begitu keadaannya, aku akan menyerahkan istanaku sepenuhnya untuk beribadah kepada-Nya. Aku tidak peduli lagi dengan semua harta bendaku"

Setelah mengatakannya, si pemuda pun meninggalkan segala sesuatu yang dimilikinya dan memulai pengembaraan di dunia ini. 

Malik mengisahkan bahwa beberapa waktu kemudian, ia melihat pemuda itu di Makkah, dalam keadaan melarat dan menjelang ajal.

"Dia adalah sahabatku" dengap si pemuda, "Aku akan menemui sahabatku". Setelah mengatakannya, ia pun menghembuskan nafas terakhir.

-----------------------------
sumber : Tadzkiratul Auliya. Fariduddin Attar, hal. 12

Post a Comment for "Kisah Malik bin Dinar Dengan Tetangga Berandalan"