Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Muhammad Disihir

Pada masa awal-awal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berdakwah, banyak orang-orang yang memusuhi beliau. Berbagai upaya yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah bahkan menyakiti Nabi. Tidak hanya dari kafir Qurais saja yang memusuhi Nabi. Akan tetapi juga orang-orang Yahudi. Yang hasad dengan Nabi. 

Hingga akhirnya mereka menghasut seorang pemuda Yahudi yang pernah menjadi pelayan Nabi.

Aisyah menceritakan, dahulu ada seorang pemuda Yahudi menjadi pelayan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. (Orang-orang Yahudi menyuruh pemuda tersebut untuk mengambilkan beberapa helai rambut Rasulullah dan beberapa potong gigi sisir rambut). Orang-orang Yahudi mempengaruhi pemuda itu dengan gencarnya hingga pemuda itu mau menuruti kemauan mereka. Maka ia mengambil beberapa helai rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beberapa buah gigi sisir yang biasa dipakai oleh beliau Saw., setelah itu kedua barang tersebut ia serahkan kepada orang-orang Yahudi.

Lalu mereka menyihir Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melalui kedua benda itu, dan orang yang melakukannya adalah salah seorang dari mereka yang dikenal dengan nama Ibnu A'sam. Kemudian kedua barang tersebut ia tanam di dalam sebuah sumur milik Bani Zuraiq yang dikenal dengan nama Zirwan.

Karena hal itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sakit selama berhari-hari hingga beliau sering berilusi seakan-akan telah melakukan sesuatu padahal tidak.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengalami sakit, berhari-hari hingga rambut beliau kelihatan rontok karena sakitnya yang diderita oleh beliau.

Bahkan di dalam riwayat Ahmad, beliau sakit selama enam enam bulan. Beliau pun kelihatan gelisah dan tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya.

(Tatkala para sahabat menjenguk, mereka meyakini bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah terkena sihir.)

Sufyan mengatakan bahwa, sihir jenis ini merupakan sihir yang paling keras, bila pengaruhnya demikian.

Pada malam harinya, ketika beliau sedang tidur, tiba-tiba ada dua malaikat datang kepadanya. Maka salah seorangnya duduk di dekat kepalanya, sedangkan yang lain duduk di dekat kakinya. Malaikat yang ada di dekat kakinya bertanya kepada malaikat yang ada di dekat kepalanya, "Apakah yang dialami oleh lelaki ini?" Ia menjawab, "Pengaruh Tib." Yang ada di dekat kakinya bertanya, "Apakah Tib itu?" Ia menjawab, "Sihir." Yang ada di dekat kakinya bertanya "Siapakah yang menyihirnya?" Ia menjawab, "Labid Ibnul A'sam, seorang Yahudi." Malaikat yang ada di dekat kakinya bertanya, "Dengan apakah ia menyihirnya?" Ia menjawab, "Dengan rambutnya dan gigi sisirnya." Yang ada di dekat kakinya bertanya, "Di manakah hal (buhul) itu diletakkan?" Ia menjawab, "Di dalam (kulit) mayang kurma jantan di bawah batu yang ada di dalam sumur Zirwan." (Milik bani Zuraiq)

Lalu datanglah Jibril dan berkata, "(Hai Muhammad) Sesungguhnya seorang lelaki Yahudi telah menyihirmu dan membuat suatu buhul yang ditujukan terhadapmu, lalu ia meletakkannya di dalam sumurmu."

'Oleh sebab itu, hendaklah (engkau) Muhammad pergi ke sumur itu kemudian keringkan airnya lalu angkat batunya. Setelah itu ambillah kotak yang berada dibawahnya kemudian bakarlah.'

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbangun dalam keadaan terkejut, dengan mimpi itu, lalu bersabda (kepada Aisyah) : Hai Aisyah, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah menceritakan kepadaku tentang penyakitku ini. Dua orang lelaki datang kepadaku yang salah seorangnya duduk di dekat kepalaku, sedangkan yang lainnya duduk di dekat kakiku. Maka orang yang ada di dekat kepalaku berkata kepada temannya, "Mengapa lelaki ini?” Ia menjawab, "Terkena sihir.” Orang yang berada dekat kepalaku bertanya, "Siapakah yang menyihirnya?” Ia menjawab, "Lubaid ibnu A 'sam, seorang lelaki dari Bani Zuraiq teman sepakta orang-orang Yahudi, dia adalah seorang munafik.” Yang berada di dekat kepalaku bertanya, "Dengan apa?” Ia menjawab, "Sisir dan rambut.” Orang yang berada di dekat kepalaku bertanya, ' 'Di taruh di mana?'' Ia menjawab, "Di dalam mayang kurma jantan di bawah sebuah batu di dalam sumur Zirwan."

Setelah menceritakannya kepada Aisyah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bergegas mendatangi sumur tersebut bersama dengan beberapa sahabat yang lain guna mengecek keberadaan sumur itu. Sesampainya di sumur itu kemudian beliau bersabda:

«هَذِهِ الْبِئْرُ الَّتِي أُرِيتُهَا وَكَأَنَّ مَاءَهَا نقاعة الحناء وكأن نخلها رؤوس الشياطين»

Inilah sumur yang diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku; airnya seakan-akan seperti warna pacar (merah) dan pohon-pohon kurmanya seakan-akan seperti kepala-kepala setan.

Lalu Rasulullah Saw. menyuruh Ali, Az-Zubair, dan Ammar ibnu Yasir untuk mengeringkan sumur tersebut; maka mereka bertiga mengeringkan sumur itu, yang airnya kelihatan seakan-akan seperti warna pacar tadi (berwarna merah).

Mereka bertiga mengangkat batu itu dan mengeluarkan bungkus (kulit) mayang kurma yang ada di bawahnya. Maka ternyata di dalamnya terdapat beberapa helai rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beberapa gigi sisirnya, dan tiba-tiba di dalamnya terdapat benang yang berbuhul (mempunyai ikatan) sebanyak sebelas ikatan yang ditusuk dengan jarum.

(Dikatakan bahwasannya para sahabat ingin membuka/melepas buhul tersebut akan tetapi Ali, Az-Zubair dan Ammar bin Yatsir tidak bisa membukanya kemudian Umar yang kuatpun tidak kuasa membukanya) 

Maka Allah menurunkan dua surat Mu'awwizatain, (yang berjumlah 11 ayat sebanyak jumlah ikatan buhul tersebut). Dan setiap kali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca suatu ayat dari kedua surat tersebut, beliau merasa agak ringan, (setiap dibaca satu ayat terlepaslah satu buhul) hingga terlepaslah semua ikatan benang (buhul) itu dan bangkitlah beliau seakan-akan baru terlepas dari ikatan. Dan beliau pun sehat kembali sembuh total seperti sedia kala.

(Sedangkan Jibril a.s. saat itu mengucapkan): 

 باسم اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ يُؤْذِيكَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ حَاسِدٍ وَعَيْنٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ

Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari semua penyakit yang mengganggumu dan dari kejahatan setiap orang yang dengki dan kejahatan pandangan mata; semoga Allah menyembuhkanmu)

Setelah itu mereka (para sahabat yang ada disitu) berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami menangkap orang yang jahat itu dan membunuhnya?" Rasulullah Saw. menjawab:

"أما أَنَا فَقَدَ شَفَانِي اللَّهُ، وَأَكْرَهُ أَنْ يُثِيرَ عَلَى النَّاسِ شَرًّا"

Adapun diriku telah disembuhkan oleh Allah, dan aku tidak suka menimpakan keburukan terhadap orang lain.

Aisyah pun mengatakan kepada beliau shallallahu 'alaihi wasallam, "kelau begitu mengapa engkau tidak membalikkannya saja (kepada orang itu)?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

«أَمَّا اللَّهُ فَقَدْ شَفَانِي وَأَكْرَهُ أَنْ أُثِيرَ عَلَى أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ شَرًّا»

Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkan diriku, dan aku tidak suka menimpakan suatu keburukan terhadap seseorang.

Setelah itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar sumur tersebut dimatikan, lalu ditimbun.

Setelah kejadian tersebut, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa membaca surat tersebut sebagai perlindungan. 

Beliau biasa membaca surat mu'awwidzatain setiap kali sebelum tidur. Beliau membaca kedua surat tersebut, lalu meniupkannya pada kedua tangannya dan mengusapkan kedua telapak tangannya ke kepalanya, wajahnya, dan bagian depan tubuhnya. 

Surat ini disebut oleh Rasulullah sebagai surat perlindungan terbaik.

Dari Abu Abdullah al-Juhani ibnu Abis, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya, "Hai Ibnu Abis, maukah aku tunjukkan kepadamu tentang meminta perlindungan yang paling baik?" Ibnu Abis menjawab, "Tentu saja mau, ya Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Qul A Uzu Birabbil Falaq dan Qul AUzu Birabbin Nasi, keduanya adalah dua surat (Al-Qur'an).

Sebelum diturunkan kedua surat tersebut (al-Falaq dan an-Naas) rasululah biasa membaca do'a penangkal dari penyakit 'Ain. Akan tetapi setelah diturunkan surat tersebut Rasulullah meninggalkannya dan membaca surat mu'awwidzatain.

Diriwayatkan dari Abu Sa'id, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca penangkal dari penyakit 'ain yang ditimbulkan oleh jin dan manusia. Tetapi setelah diturunkan kedua surat Mu'awwizatain, maka beliau memegangnya dan meninggalkan selain keduanya. (Tafsir ibn Katsir)


Ibrah Kisah :

1.) Senantiasa meminta perlindungan kepada Allah dari segala macam keburukan/kejahatan makhluk dengan cara membiasakan membaca surat mu'awwidzatain (pagi & petang, saat akan tidur)

2.) Tetapi sekalipun mendapat perlakuan demikian, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak menegur atau mengecam pelakunya di suatu hari pun, bahkan beliau merasa cukup hanya meminta pertolongan kepada Allah, dan Dia menyembuhkan serta menyehatkannya.

------------------------------
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Falaq


Post a comment for "Kisah Nabi Muhammad Disihir"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa