Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Dia Mengalahkan Diriku Karena Taat Kepada Allah


Sedangkan Hasan Al-Bashri, kami tidak dapati seseorang yang lebih panjang kesedihannya melebihi dirinya. Kami tidak melihatnya kecuali seperti orang yang baru mendapatkan musibah besar. Dia berkata, "Kita tertawa sementara kita tidak tahu barangkali Allah telah melihat amal-amal ibadah kita, kemudian Dia berkata; Aku tidak menerima sedikit pun amal ibadah kalian! Celakalah kalian anak Adam, apakah engkau mempunyai kekuatan untuk memerangi Allah?

Sesungguhnya orang yang berbuat maksiat kepada Allah, berarti dia telah memerangi-Nya. Demi Allah, saya telah bertemu tujuh puluh pahlawan perang Badar, dan saya dapati kebanyakan pakaian mereka adalah kain wol yang kasar. 

Dan jika kalian melihat mereka, niscaya kalian akan katakan, "Mereka adalah orang-orang gila. Dan jika mereka melihat orang-orang terbaik kalian, niscaya mereka berkata: "Mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai akhlak sama sekali. Dan jika mereka melihat orang-orang yang jahat dari kalian, niscaya mereka berkata: "Tidak ada dari mereka yang beriman dengan hari penghitungan? Saya telah melihat banyak orang yang memperlakukan dunia dengan melihatnya tak lebih berharga dari tanah yang berada di bawah kakinya. 

Dan saya telah melihat orang-orang yang tidak memiliki persediaan makanan selain hanya makanan untuk hari itu, namun dia berkata: 'Demi Allah, saya akan jadikan sebagian makanan ini untuk Allah . Kemudian dia bersedekah dengan sebagiannya, padahal dia sangat memerlukannya!" 

Alqamah bin Martsad berkata; Ketika Umar bin Hubairah datang ke Irak, dia mengirim utusan kepada Hasan Al-Bashri dan Asy-Sya'bi, dan memerintahkan agar memberikan satu rumah bagi masing-masing. Keduanya kemudian berada di rumah tersebut selama sebulan- atau sekitar sebulan-. 

Kemudian, pada suatu hari seorang kepercayaan Umar bin Hubairah mendatangi keduanya. Dia berkata, "Gubernur datang untuk bertemu kalian." Dan Umar bin Hubairah datang dengan membawa tongkat untuk menopang tubuhnya. 

Kemudian dia mengucapkan salam, dan duduk dengan sikap menghormati keduanya.

Dia berkata, "Amirul Mukminin Yazid bin Abdil Malik telah mengirim satu perintah kerajaan kepadaku. Jika saya jalankan perintah tersebut, saya akan celaka. Jika saya turuti perintahnya, saya berarti berbuat maksiat kepada Allah. Dan jika saya menolak perintahnya, berarti saya taat kepada Allah. Bagaimana menurut kalian sikap yang benar untuk keluar dari kesulitan ini?

Al-Hasan menjawab, "Hai Abu Amr, tolong jawab pertanyaan gubernur ini." Maka Asy-Sya'bi pun berkata, "Engkau bebas memilih tindakanmu, hai Ibnu Hubairah." Umar bin Hubairah bertanya lagi, "Apa pendapatmu, hai Abu Said?" Dia menjawab, "Hai gubernur, tadi Asy-Sya'bi sudah menyampaikan pendapatnya, sebagaimana yang telah engkau dengar."

"Lantas bagaimana pendapatmu?"

la menjawab, "Hai Umar bin Hubairah, hampir saja satu malaikat dari malaikat Allah turun kepadamu dengan sikap yang keras, tanpa melanggar perintah Allah, dan mengeluarkanmu dari keluasan istanamu ke sempitnya kuburmu. Hai Ibnu Hubairah, Jika engkau bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjagamu dari Yazid bin Abdil Malik, sementara Yazid bin Abdil Malik tidak dapat menjagamu dari kemurkaan Allah. Umar bin Hubairah, jangan merasa aman ketika Allah melihatmu dalam keadaan yang saat buruk, sedang melakukan perbuatan dosta karena menjalankan perintah Yazid bin Abdil Malik, sehingga Allah menutup pintu ampunan bagi dirimu. 

Hai Umar bin Hubairah, saya telah bertemu banyak orang dari generasi pertama umat ini. Saat dunia mendatangi mereka, mereka sangat kencang lari meninggalkannya, melebihi kencangnya kalian mendatangi dunia, sementara dunia lari dari kalian. Hai Umar bin Hubairah, saya berharap engkau merasa takut terhadap posisi yang Allah telah tunjukkan agar kita takut terhadapnya, Allah berfirman; “Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”. (Ibrahim: 14). Hai Umar bin Hubairah, jika engkau bersama Allah dalam ketaatan-Nya, niscaya hal itu akan mencukupimu dari Yazid bin Abdil Malik. 

Sedangkan jika engkau bersama Yazid dalam kemaksiatan kepada Allah, niscaya Allah akan serahkan nasibmu kepada Yazid." 

Mendengar perkataan tersebut, Umar bin Hubairah pun menangis sambil berjalan pulang. Keesokan harinya, Umar bin Hubairah mengirimkan kepada keduanya hadiah-hadiah darinya. Dia memberikan lebih banyak hadiah kepada Hasan. Sedangkan kepada Asy-Sya'bi, dia memberikan lebih sedikit dan lebih rendah nilainya. Karena itu, Asy-Sya'bi datang ke masjid dan berkata, "Hai sekalian manusia, siapa dari kalian yang bisa memilih untuk taat kepada Allah dibandingkan kepada hambaNya, maka lakukanlah. Demi Allah yang jiwaku berada dalam kuasa-Nya, tidak ada ilmu yang diketahui Hasan yang tidak saya ketahui. Namun saya bersikap dengan tujuan mencari muka Umar bin Hubairah, sehingga Allah mengalahkanku darinya."

-------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 35-37

Post a Comment for "Dia Mengalahkan Diriku Karena Taat Kepada Allah"