Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Imam Ali bin Abi Thalib Menulis Akad Rumah


Syuraih berkata, "Saya membeli sebuah rumah seharga dua ratus dinar, dan saya menulis surat transaksinya, serta menghadirkan saksi yang terpercaya. Hal itu kemudian sampai kepada Ali bin Abi Thalib. Dia pun berkata kepadaku, "Hai Syuraih, saya dengar engkau telah membeli rumah dengan harga dua ratus dinar, telah menulis surat jual belinya, dan menghadirkan saksi-saksi?"

Saya menjawab, "Benar seperti itu, wahai Amirul Mukminin." Dia berkata, "Akan datang orang-orang yang tidak melihat surat-surat rumahmu itu, juga tidak melihat rumahmu, hingga dia mengeluarkanmu dari rumah itu secara utuh, dan menyerahkanmu ke kuburmu secara total. Seandai nya engkau datang kepadaku, niscaya saya tulis bagimu satu surat sertifikat seperti ini; Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ini adalah harta yang dibeli oleh hamba yang hina, dari orang mati, yang dipersiapkan untuk pergi ke alam fana. Dia membeli rumah darinya dengan nama rumah tipuan. Dari dunia yang fana. Dalam barisan orang-orang yang akan mati. Negeri kefanaan ini merangkum dan mencakup empat batasan: batasan pertama, dia akan berakhir pada kehancuran. Batasan kedua, dia akan berakhir pada musibah. Batasan ketiga, dia akan berakhir pada kebinasaan. Dan batasan keempat, dia akan berakhir pada godaan setan. Dan pada setan itulah pintu ini dibangun. 

Orang yang tertipu ini membeli rumah ini dengan angan-angan dari setan yang mengganggu, akan adanya kesempatan untuk hidup lama, sehingga dia bisa menikmati tinggal di rumah ini, dan dia keluar dari batasan QANA’AH (merasa cukup) ke dalam rumah ketamakan. Orang yang membeli rumah ini tidak menyadari jika rumah ini berdiri di atas sisa-sisa tubuh para raja yang telah hancur binasa, orang-orang kuat yang menjadi kepingan tanah, dan dia yang membinasakan kekuasaan para Fir'aun, seperti Kisra, Tubba, Himyar, dan orang-orang yang telah membangun menghias dan membuat nyaman rumah dan menjadikan mewah rumah tinggalnya, dan dia memandang dengan dugaannya kepada anaknya. 

Mereka semua akan dihadapkan di tempat pengadilan di hari kiamat, untuk menetapkan akhir tempat masing-masing. Maka, orang-orang yang membuat kebatilan menjadi orang yang merugi di sana, dan dia mendengar ada yang memanggil mereka, "Alangkah jelasnya kebenaran itu, bagi orang yang punya dua mata Dan kematian adalah akhir dari hari kehidupannya di dunia. Maka bersiaplah dengan amal saleh, Karena keberangkatanmu dan kebinasaanmu sudah dekat." (Lihat: Hilyatu Al-Awliya (3/398).

------------------------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 45-46

Post a Comment for "Imam Ali bin Abi Thalib Menulis Akad Rumah"