Kisah Abu Lahab Yang Menjadi Sebab Turunnya Surat al-Lahab

Mengenal Abu Lahab

Abu Lahab nama aslinya Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Lebih dikenal dengan nama Kuniyah nya: Abu Lahab dibandingkan nama aslinya. Lahab artinya menyala-nyala. Ada yang mengatakan bahwa yang menggelari Abu Lahab adalah ayahnya, Abdul Muthalib, karena Abu Lahab wajahnya sangat cerah. Abu Lahab adalah termasuk paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus penentang dakwah beliau.

Kisah Abu Lahab Yang Menjadi Sebab Turunnya Surat al-Lahab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naik bukit shafa, beliau memanggil-manggil, “Wahai Bani Fihr!, wahai Bani Adi!, beliau panggil beberapa suku Quraisy…”

Hingga mereka semua berkumpul. Jika ada yang tidak bisa datang, mereka mengirim utusan untuk menyaksikan apa yang terjadi. Datanglah Abu Lahab dan beberapa suku Quraisy. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai nasehatnya, “Bagaimana  menurut kalian, jika saya kabarkan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda di balik bukit ini yang akan menyerang kalian. Apakah kalian akan mempercayaiku?”

Mereka serentak mengatakan, “Ya, kami mempercayainya, kami tidak pernah menilai kamu kecuali orang yang benar.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan (utusan) sebelum adanya adzab (kiamat).”

Mendengar seruan ini, Abu Lahab marah besar dan langsung mengatakan, “Celaka kamu Muhammad! Apakah hanya untuk tujuan ini kau kumpulkan kami?”

Tidak hanya ungkapan demikian yang diucapkan laknatullah Abu Lahab, akan tetapi ia juga mengambil sebuah batu sembari melemparkan dan mencaci Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian karena kejadian inilah, Allah turunkan surat Al Lahab yang berisi ancaman keras untuk Abu Lahab :

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa” (QS. al-Lahab : 1)

Allah mengancam tangan Abu Lahab yang berarti mengancam perbuatannya Abu Lahab, karena ia telah berbuat aniaya terhadap Rasulullah, mengucapkan cacian dan makian, bahkan tangannya berbuat hal yang sangat tidak beradab. Yaitu melempar Nabi dengan batu. Maka layaklah Abu Lahab mendapatkan ancaman balik, bahkan langsung Allah subhanahu wata’ala yang mencelanya/tangannya (dikarenakan perbuatannya).

Pelajaran Kisah

Jangan mencela atau menghina para Nabi, apalagi melukai Nabi. Jangan pula menghalang-halangi dakwah para nabi, termasuk juga menghalangi dakwah para ulama. Karena para ulama adalah para pewaris nabi. Sebagaimana hadits nabi, al-ulamaau waratsatul anbiya (para ulama adalah para pewaris nabi). Jangan mencela, melukai, ataupun menghalang-halangi dakwah, karena kita sendiri yang justru akan dicela balik oleh Allah, sebagaimana kisah Abu Lahab. 

-----------------------------------------------

sumber : Tafsir Ibnu katsir, QS. al-Lahab : 1