Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Lebih Mementingkan Orang Lain Saat Mati


Ibnu Asbath atau lainnya meriwayatkan bahwa Abu Jahm bin Hudzaifah berkata; Saya pergi saat peristiwa perang Yarmuk, mencari sepupuku. Saat itu saya membawa perbekalan air minum dan tempat makan. Kemudian saya berkata, "Jika dia masih bernafas, saya akan berikan dia minum ini, dan saya cuci mukanya dengan air. Dan ketika saya sampai ke tempatnya, saya pun bertanya kepadanya, "Maukah engkau saya beri minum?" Dia pun memberikan isyarat persetujuannya. 

Namun belum lagi saya berikan dia minum, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang merintih. Maka sepupuku meminta agar saya pergi memberikan minum orang itu terlebih dahulu. Ternyata dia adalah Hisyam bin Ash, saudara Amr bin Ash. Saya pun mendatanginya. Dan saya bertanya kepadanya, "Maukah engkau saya beri minum?" Namun belum lagi dia menjawab, tiba-tiba terdengar rintihan seseorang. Maka Hisyam memberi isyarat agar saya pergi mendatangi orang itu terlebih dahulu. Saya pun mendatanginya. Namun dia sudah meninggal. Dan saya pun kembali ke tempat Hisyam, namun ternyata Hisyam pun sudah meninggal. Dan berikutnya saya mendatangi tempat sepupuku. Namun dia juga sudah meninggal. (Syuab Al-Iman/Al-Baihaqi/no. 3328.)

Diriwayatkan dari Al-Waqidi dan Ibnul Arabi, keduanya berkata; Ikrimah bin Abi Jahal diberikan air, maka dia pun melihat kearah Sahal bin Amr dan memberi isyarat ke arahnya, dan berkata, "Mulai dengan orang ini. Namun dia melihat ke arah Suhail bin Amr dan memandangnya, dan berkata, "Mulailah dengan orang ini." Selanjutnya Sahal memandang Harits bin Hisyam, dan berkata, "Mulailah dengan orang ini.” Maka semuanya kemudian meninggal dunia sebelum sempat meminum air. Khalid bin Walid kemudian lewat ke arah mereka dan berkata, "Hebat sekali kalian."

--------------------------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 65-66


Post a Comment for "Kisah Lebih Mementingkan Orang Lain Saat Mati"