Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Mengharap Keberkahan Orang Sholeh


Abu Ahmad bin Katsir bercerita; Saya mendengar Ibrahim Al-Harbi berkisah; Saya berdiri di belakang Bisyir bin Harits Al-Hafi ruku' pada saat hari Jumat. Kemudian datang seorang yang penampilannya kusut dan berantakan, orang itu kemudian berkata; Saudara-saudara, hati-hatilah jika saya berkata jujur, dan dalam keadaan keterpaksaan tidak ada pilihan. Tidak boleh berdiam diri dalam ketiadaan. Juga tidak pantas meminta jika sedang berpunya, dan tidak sedang dalam keadaan kesulitan. Semoga Allah merahmati kalian! 

la berkata, "Saya melihat Bisyir memberikannya sepotong roti." Ibhraim berkata, "Maka saya mendatanginya, dan saya beri dia satu dirham. Dan berkata kepadanya; berikanlah kepadaku sesuatu itu?"

Dia menjawab, "Saya tidak mau berikan." "Ini ada dua dirham, biarkan saya membelinya darimu." Dia tetap menolak.

Saya kembali berkata, "Ini sepuluh dirham, biarkan saya membelinya." la berkata, "Sesuatu yang saya inginkan dengan harga satu daniq (1/6 dirham), namun engkau malah mau membayarnya dengan sepuluh dirham."

Saya berkata, "Karena dia adalah orang saleh." Dia berkata kepadaku, "Saya pun mengharapkan kebaikan dari orang seperti ini, dan saya tidak ingin mengganti nikmat-nikmat dengan bencana. Hingga saya memakan ini, karena adanya kebahagiaan yang cepat atau kematian yang pasti." Saya berkata, "Saya katakan, kebaikan siapa di tangan siapa? Wahai Syaikh, tolong doakan saya."

Dia berkata, "Semoga Allah menghidupkan hatimu, dan semoga Dia menjadikanmu sebagai orang yang membeli keselamatan jiwanya dengan segala sesuatu, dan tidak menjualnya dengan sesuatu apa pun." (Hilyatul Auliya, Abu Nu’aim 4/21)

----------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 31-32


Post a Comment for "Kisah Mengharap Keberkahan Orang Sholeh"