Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Si Bahlul Yang Gila


Dari Al-Fadhl bin Rabi, dia berkata; Saya berangkat haji bersama Harun Ar-Rasyid. Dalam perjalanan, kami melewati wilayah Kufah. Di sana, kami mendapati Bahlul yang gila sedang meracau. Maka saya berkata kepadanya, "Diamlah engkau, karena Amirul Mukminin sedang lewat." Dan dia pun diam. Dan ketika tandu Amirul Mukminin berjalan melewatinya, dia pun berkata, "Wahai Amirul Mukminin, Aiman bin Nail telah menceritakan kepadaku, bahwa Qudamah bin Abdillah Al-Amiri telah menceritakan kepadanya, dia berkata, "Saya melihat Nabi di Mina sedang berada di atas unta, di bawahnya ada seorang lelaki yang tampangnya kusut, namun beliau tidak mengusirnya, atau memukulnya, atau melakukan sesuatu seperti yang engkau lakukan. Saya pun memberitahukan Harun Ar-Rasyid, "Wahai Amirul Mukminin, dia adalah Bahlul si gila." Dia menjawab, "Iya, saya tahu. Hai Bahlul, katakanlah apa yang engkau mau."

"Katakanlah engkau telah menguasai seluruh dunia, dan menundukkan seluruh negeri, namun setelah itu apa? Bukankah besok nasibmu tetap akan menjadi penghuni kubur, dan orang-orang menimbunmu dengan tanah?" Ar-Rasyid berkata, "Engkau berkata benar, hai Bahlul. Apakah ada yang lain?"

Ia berkata, "Ada, wahai Amirul Mukminin. Siapa yang diberikan rezeki oleh Allah berupa raut wajah yang indah, dan harta yang banyak, kemudian dia menjaga diri dari tergelincir dalam kemaksiatan karena keindahannya itu, dan dia banyak bersedekah dengan hartanya itu, niscaya dia akan ditulis oleh

Allah dalam kelompok orang-orang abrar yang saleh." Al-Fadhl berkata, "Ar-Rasyid menyangka Bahlul menginginginkan sesuatu. Sehingga dia berkata, "Kami telah memerintahkan untuk melunasi hutangmu." Bahlul berkata, “Jangan, wahai Amirul Mukminin. Jangan engkau bayar hutang dengan hutang. Kembalikanlah hak orang kepada pemiliknya. Bayarlah hutang dirimu sendiri. Karena dirimu adalah jiwa yang satu. Jika dia celaka, maka demi Allah, tidak mungkin dia dapat terselamatkan."

Ia berkata, "Kami telah memerintahkan agar engkau diberikan balasan." Bahlul menjawab, “Jangan, wahai Amirul Mukminin. Tidak mungkin Dia memberikanmu namun melupakanku. Karena balasanku diberikan oleh yang memberikan anugerah kepadamu. Sehingga saya tidak memerlukan pemberianmu." Selanjutnya dia berpaling pergi sambil mengucap, "Saya bertawakkal kepada Allah, dan saya tidak tidak mengharapkan dari selain Allah. Rezeki tidak datang dari manusia. namun rezeki datang dari Allah.”

----------------------------------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 64-65

Post a Comment for "Kisah Si Bahlul Yang Gila "