Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Umar Berkeliling di Malam Hari


Abdullah bin Zaid bin Aslam bercerita tentang bapaknya, dari kakeknya, Aslam, sebagai berikut: Saya bersama Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhu saat dia memeriksa kondisi penduduk Madinah. Saat lelah, dia duduk di samping dinding sebuah rumah, di tengah malam. Dan dia pun mendengar seorang perempuan di dalam rumah sedang berkata kepada anak putrinya, "Anakku, susu yang akan dijual itu, campurkanlah dengan tambahan air." 

Anak itu menjawab, "Ibu, apakah engkau tidak mengetahui larangan Amirul Mukminin tentang hal itu?" "Apa larangannya?" "Dia memerintahkan aparatnya untuk mengumumkan agar tidak mencampur susu dengan air." "Anakku, campurlah susu itu dengan air. Engkau di sini tidak mungkin diketahui oleh Umar juga oleh aparatnya."

Anak itu menjawab ibunya, "Ibu, tidak mungkin saya taat kepadanya saat di depan orang banyak, tetapi melanggar perintahnya saat tidak dilihat orang."

Umar mendengarkan semua pembicaraan itu. Maka dia memerintahkan bawahannya, "Aslam, berilah tanda di pintu rumah ini, dan ingatlah tempat ini." Setelah itu Umar berjalan melanjutkan aktivitasnya. Saat di pagi hari, dia berkata, "Aslam, pergilah ke tempat perempuan itu. Carilah tahu siapa yang mengucapkan perkataan itu dan siapa yang diajak bicara? Juga pelajari apakah mereka mempunyai kepala rumah tangga yang memenuhi kebutuhan hidup mereka?"

Aslam berkata, "Saya pun mendatangi tempat itu, dan mempelajarinya. Di sana saya temukan bahwa perempuan yang berbicara itu adalah seorang anak perempuan yang tidak mempunyai suami."

Saya pun mendatangi Umar dan memberitahukan hal itu. Kemudian Umar memanggil anak-anaknya, dan menyatukan mereka. Setelah itu berkata, "Apakah di antara kalian ada yang ingin mengawini seorang perempuan? Jika ayahmu ini ada keinginan menikah lagi, niscaya ayah kalian tidak mau tertinggal untuk menikahi perempuan itu?"

Abdullah bin Umar menjawab, "Saya sudah punya istri". Abdurrahman bin Umar menjawab, "Saya juga sudah punya istri!”. Ashim berkata, "Ayah, saya tidak punya istri. Nikahkan saya dengannya?”

Maka Umar mengirim utusan untuk meminang perempuan tersebut. Dan mengawinkannya dengan Ashim. Dari perkawinannya dengan Ashim ini, terlahirlah seorang perempuan. Dan dari perempuan ini terlahirlah Umar bin Abdil Aziz. Semoga Allah merahmati mereka seluruhnya.

----------------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 29-30

Post a Comment for "Kisah Umar Berkeliling di Malam Hari"