Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Saya Tidak Makan Sesuatu Yang Diharamkan Allah


Wahab bin Munabbih pernah ditanya oleh beberapa penduduk daerah Zhirar, "Wahai Abu Abdillah, apakah engkau pernah mendengar suatu musibah yang lebih besar dari yang kami alami saat ini?" Dia menjawab, "Jika kalian melihat kondisi kalian saat ini dibandingkan cobaan yang telah dialami oleh umat yang lalu, niscaya kalian dapati cobaan yang kalian rasakan itu hanyalah seperti asap di atas api."

la menjelaskan, bahwa ada seorang perempuan dari Bani Israil yang bernama Sarah, bersama ketujuh anaknya, dibawa menghadap raja. Dia seorang raja yang memaksa manusia untuk makan daging babi. Raja itu kemudian memanggil anaknya yang tertua, dan dia memberikannya daging babi. Sambil memerintahkan, "Makanlah?" Dia menjawab, “Saya tidak mau makan yang diharamkan Allah, selamanya" Karena penolakannya itu, maka raja memerintahkan tentaranya untuk memotong kedua tangannya dan kedua kakinya, kemudian memotong satu-satu bagian tubuhnya, hingga mati.

Kemudian raja memanggil anaknya yang kedua. Raja berkata, "Makanlah." Anak itu menjawab, "Saya tidak mau makan sesuatu yang diharamkan Allah ." Mendengar jawaban itu, raja segera memerintahkan agar menyiapkan secret tembaga, di dalamnya dimasukan aspal, kemudian dipanaskan hingga mendidih. Dan selanjutnya itu dituangkan ke tubuh anak tersebut.

Kemudian raja memanggil anaknya yang ketiga, dan dia berkata, "Makanlah." Anak itu menjawab, “Engkau lebih hina dan lebih buruk, serta lebih rendah di hadapan Allah dibandingkan jika saya memakan sesuatu yang diharamkan Allah kepadaku.” Mendengar jawaban itu, raja tertawa. Dan berkata, "Apakah kalian tahu mengapa dia mencelaku? Dia ingin membuatku marah, sehingga saya mempercepat kematiannya. Dan dugaan dia salah." Kemudian dia memerintahkan tentaranya untuk mengupas kulit lehernya, kemudian mengupas kulit kepalanya dan wajahnya. Hal itu pun dilakukan dengan cermat oleh bawahannya.

Raja itu terus membunuhi anak-anak perempuan itu satu persatu, dengan berbagai cara penyiksaan dan pembunuhan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hingga tersisa seorang yang terkecil dari mereka. Raja itu itu menengok ke anak itu dan ke ibunya. Kemudian dia berkata kepada ibunya, "Saya telah menyakitimu dengan memperlihatkan kepadamu penyiksaan dan pembunuhan terhadap anak-anakmu tadi. Sekarang bawalah anakmu ini, dan berdiamlah berdua bersamanya. Kemudian bujuklah dia agar mau makan daging babi itu. Cukup satu suapan. Maka dia boleh hidup seterusnya, bersamamu." Ibu itu menjawab, "Ya."

Dan ibu itu pun membawa anaknya yang terkecil, ke tempat tersendiri. Dan duduk berdua. Kemudian dia berkata kepada anaknya, "Anakku, apakah engkau tahu bahwa aku mempunyai hak pada setiap saudara-saudaramu yang telah dibunuh raja? Sementara padamu aku mempunyai dua hak? Hal itu karena aku menyusui mereka masing-masing selama dua tahun. Kemudian ayahmu meninggal, sementara engkau masih berada dalam kandunganku. Maka setelah engkau lahir, aku susui dirimu empat tahun, karena kelemahan tubuhmu, dan karena kasih sayangku padamu. Maka aku meminta kepadamu dengan nama Allah, dan dengan hakku atasmu saat engkau telah besar ini, agar engkau tidak memakan sesuatu yang diharamkan Allah bagimu, dan agar engkau menjaga jangan sampai engkau nanti bertemu dengan saudara-saudaramu di hari kiamat sementara engkau tidak menjadi bagian dari mereka".

Anak itu menjawab, "Aku tidak akan memakan sesuatu yang diharamkan Allah kepadaku." Dengan jawaban itu, maka anak itu dibunuh oleh raja, sehingga dia mati sebagaimana saudara-saudaranya.

Kemudian raja itu berkata kepada sang ibu, "Saya merasa sedih melihat dirimu menyaksikan itu hari ini. Celaka engkau! Makanlah sesuap, niscaya saya akan kabulkan apa saja yang engkau mau, dan saya akan berikan apa saja yang engkau kehendaki dalam hidup ini"

Perempuan itu menjawab, "Tidak mungkin saya menyatukan antara kehilangan anak-anakku dengan kemaksiatan kepada Allah, jika saya hidup setelah mereka maka saya tidak mau itu terjadi padaku. Dan saya tidak akan makan sesuatu yang diharamkan Allah bagiku sama sekali." Mendengar jawabannya itu, raja pun segera membunuhnya, dan menyatukannya bersama anak-anaknya. Semoga Allah merahmati mereka seluruhnya. (Lihat; Ibnu Abid Dunya, Ash-Shabru wa Ats Tsawab Alaih, hlm. 108.)

------------------------------------------

sumber : 500 Kisah  Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 27-28

Post a Comment for "Saya Tidak Makan Sesuatu Yang Diharamkan Allah"