Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Pernah Duduk Bersama Orang Yang Berbicara Perkara Dunia

Sedangkan Abu Muslim Al-Khaulani, dia tidak pernah duduk bersama seseorang yang berbicara tentang sesuatu perkara dunia, kecuali dia akan pergi dari tempat itu. Pada suatu hari dia masuk ke masjid, kemudian dia melihat sekelompok orang yang sedang duduk. Dia berharap mereka sedang berdzikir kepada Allah. Sehingga dia pun duduk bersama mereka. Tiba-tiba salah seorang dari mereka berkata, "Budak kecilku datang dengan membawa ini dan itu .. 

Sementara yang lain berkata, “Saya telah menyiapkan budakku untuk kerja . Mendapati hal itu, dia melihat ke arah mereka, dan berkata, "Mahasuci Allah, apakah kalian tahu perumpamaan diriku dengan diri kalian? Perumpamaannya yaitu, seperti orang yang mengalami hujan yang lebat dan deras, kemudian dia melihat dua pintu rumah yang terbuka lebar. 

Maka dia berpikir, jika saya masuk ke rumah ini, hingga hujan reda tentu akan baik sekali. Maka dia pun masuk ke rumah itu. Namun ternyata rumah itu tidak memiliki atap. Hal itulah yang terjadi padaku dan kalian, saya duduk bersama kalian, dan saya berharap kalian melakukan dzikir dan kebaikan, namun ternyata kalian adalah orang yang sibuk dengan dunia."

Dia berkata, "Ada orang yang berkata kepadanya, ketika dia sudah tua dan lemah; Apa menurutmu dahulu engkau lebih baik mengurangi ibadahmu saat muda?? la berkata, "Bagaimana menurut kalian, jika kalian mengutus kuda dalam perlombaan, bukankah kalian berkata kepada joki agar berlaku lembut terhadap kuda itu dan berbuat baik padanya? Tetapi ketika kalian melihat tanda akhir perlombaan, maka kalian tidak peduli lagi dengan kuda itu, dan kalian hanya fokus untuk sampai ke garis akhir." Mereka menjawab, "Benar!"

Dia berkata, "Saya sudah melihat garis akhir. Dan setiap orang yang berjalan akan melihat garis akhir. Dan seluruh akhir orang yang berjalan di dunia adalah kematian dia menjadi orang yang mendahului atau didahului.

-----------------------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 34-35

Post a comment for "Tidak Pernah Duduk Bersama Orang Yang Berbicara Perkara Dunia"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa