Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Abu Muslim al-Khaulani

Utsman bin Atha meriwayatkan; Abu Muslim Al-Khaulani saat pulang dari masjid ke rumahnya, dia mengucapkan takbir di pintu rumahnya, kemudian istrinya menyambut dengan takbir pula. Ketika dia sampai di ruang tengah rumahnya, dia bertakbir dan istrinya pun menyahutnya dengan takbir. Ketika dia sampai di depan pintu kamarnya, dia bertakbir, dan istrinya pun menyambut takbirnya. Suatu hari dia pulang ke rumah dari masjid, dan dia pun bertakbir di depan pintu depan rumahnya, namun tidak ada yang menyahuti takbirnya. Ketika dia berada di ruang tengah rumahnya, dia kembali bertakbir, namun tidak ada yang menyahuti takbirnya. Dan saat dia berada di depan pintu kamarnya dia bertakbir, juga tidak ada yang menyahuti takbirnya. 

Demikian juga saat dia masuk rumah, biasanya istrinya yang mengambil surbannya dan alas kakinya, dan kemudian menyediakan makannya. Dia pun masuk kamar, dan kamarnya tidak dinyalakan lentera. Saat itu dia mendapati istrinya sedang duduk termenung melihat ke tanah sambil memegang tongkat. Dia pun bertanya, “Apa yang terjadi denganmu?” Istrinya menjawab, “Engkau mempunyai kedudukan di hadapan Muawiyah, dan kita tidak mempunyai pembantu. Kalau engkau meminta kepadanya, niscaya dia akan memberikan pembantu untuk kita.” Dia menjawab, “Ya Allah, siapa orang yang telah merusak keluargaku, butakanlah matanya.”

Sebelumnya telah datang seorang perempuan ke rumahnya. Dan perempuan itu berkata kepada istrinya, “Suamimu mempunyai kedudukan di mata Muawiyah, sebaiknya engkau katakan kepada suamimu agar ia meminta kepada Muawiyah supaya diberikan pembantu yang membantu pekerjaanmu di rumah, niscaya dia akan memberikannya, dan kalian hidup lebih nyaman.” 

Ketika perempuan itu sedang duduk di rumahnya, tiba-tiba dia merasakan matanya gelap. Dia bertanya, “Mengapa lampu di rumah kalian dimatikan?” Orang-orang berkata, perempuan itu pun menyadari kesalahannya. Lalu, dia segera mendatangi Abu Muslim sambil menangis, dan memintanya agar berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar mengembalikan penglihatannya. Mendengar permintaannya itu, Abu Muslim merasa kasihan. Akhirnya dia berdoa kepada Allah  agar penglihatan perempuan itu dikembalikan. Dan, Allah pun mengabulkan doanya dan mengembalikan penglihatan perempuan itu. Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa kondisi perempuan itu kembali seperti sedia kala.

-----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 82-83

Post a Comment for "Kisah Abu Muslim al-Khaulani"