Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Hatim al-A'sham dengan Syaqiq al-Balkhi

Abdullah bin Sahal berkata; Saya pernah mendengar Hatim Al-Asham berkata; Saya telah berguru kepada Syaqiq Al-Balkhi selama tiga puluh tahun. Suatu hari dia bertanya kepadaku, “Apa yang telah engkau pelajari?” Saya menjawab, “Saya melihat rezekiku datang dari Tuhanku, maka saya hanya bekerja untuk Tuhanku. Saya mengetahui bahwa Allah menugaskan dua malaikat untuk mencatat segala hal yang saya katakan, maka saya hanya berbicara dengan benar. Saya juga mengetahui para makhluk melihat pada penampilan luarku, sedangkan Tuhanku melihat ke dalam batinku, maka saya prioritaskan untuk memperhatikan keridhaan Tuhanku dibandingkan lainnya, dan jatuhlah kedudukan manusia dari pandanganku. 

Dan saya mengetahui bahwa Allah telah menugaskan malaikat maut untuk menjemput manusia kembali kepada-Nya, maka saya pun menyiapkan diriku sehingga saat malaikat maut datang saya tidak perlu membantahnya.” Dia berkata kepadaku, “Hai Hatim, usahamu selama ini tidak merugi!” Hatim berkata; Saya mendengar Syaqiq Al-Balkhi berkata, “Orang-orang menyetujuiku dalam empat perkara tapi hanya dalam ucapan mereka, sedangkan dalam tindakan mereka menyelisihiku.”

Mereka berkata, “Saya adalah hamba bagi Tuhan yang Maha Esa, namun mereka bekerja dengan siapa saja. Mereka berkata; Bahwa Allah menjamin rezeki kami, namun hati mereka tidak tenang kecuali jika ada sesuatu yang nyata. Mereka berkata; Akhirat lebih baik dari dunia, namun mereka mengumpulkan uang untuk dunia. Mereka berkata; Kematian pasti terjadi, namun mereka mengerjakan pekerjaan orang yang seakan-akan tidak akan mati.”

--------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 112

Post a Comment for "Kisah Hatim al-A'sham dengan Syaqiq al-Balkhi"