Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ibrahim bin Adham Menjadi Tukang Kebun

Yahya bin Aswad Al-Kilabi –dari Asqalan– berkata; Ibrahim bin Adham pernah menjadi tukang kebunku selama satu tahun, dan saya perlakukan sebagaimana halnya tukang kebun biasa. Pada suatu hari, sahabat-sahabatku berkunjung ke kebunku, dan saya meminta kepada Ibrahim bin Adham, “Berikanlah kepada kami delima yang manis.” Tak lama kemudian dia datang membawakan kami delima yang rasanya tidak manis. Saya bertanya kepadanya, “Engkau berada di kebun ini sudah setahun, tapi engkau tidak tahu mana delima yang manis dan mana yang asam?” Dia menjawab, “Bagian mana dari kebun ini?” Saya pun menerangkan keadaan tersebut, dan menyalahkannya atas ketidaktahuannya. 

Saat itu datanglah seorang yang datang kekebun dan menanyakan keberadaan Ibrahim bin Adham. Saya pun memberitahukan keberadaanya sebagai tukang kebunku. Dan dia mendatanginya di tempatnya. Saat bertemu, lelaki itu mencium kedua tangannya dan memuliakannya dengan sangat tinggi. Kemudian Ibrahim bin Adham bertanya kepadanya, “Apa keperluanmu?” Dia menjawab, “Salah seorang mawlamu meninggal dunia. Saat ini saya datang kepadamu membawakan warisannya sebanyak tiga puluh ribu dirham.” Dia kembali bertanya, “Kemudian mengapa engkau mengikutiku?” Dia menjawab, “Saya telah menjaga harta warisanmu ini dari Balakh, maka terimalah.” Dia berkata kepada orang itu, “Gelarlah kainmu, kemudian hamparkanlah harta yang engkau bawa itu.” 

Dia pun menghamparkan harta warisan itu. Kemudian Ibrahim bin Adham berkata, “Bagilah harta itu menjadi tiga bagian.” Dan lelaki itu pun membaginya menjadi tiga.

Setelah itu Ibrahim bin Adham berkata, “Satu pertiga harta itu untuk membayar kelelahanmu membawa harta itu dari Balakh ke sini. Sepertiga harta lagi bagi-bagikanlah untuk kalangan miskin di Balakh. Dan sepertiga terakhir untukmu, hai Yahya –orang yang memperkerjakannya sebagai tukang kebun–, dan bagi-bagilah untuk kalangan miskin di Asqalan.” 

----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 106-107

Post a comment for "Kisah Ibrahim bin Adham Menjadi Tukang Kebun"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa