Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Perempuan Yang Kesabarannya Seperti Nabi Ayyub

Dari Ibnu Yasar, dia berkata; Saya pergi ke Bahrain atau Yamamah dalam satu perjalanan perdagangan. Di sana saya melihat orang-orang yang keluar masuk dari satu rumah. Maka saya pun mendatangi rumah tersebut. Di sana saya mendapati seorang perempuan yang sedang duduk di tempat shalatnya. Dia memakai pakaian yang kasar, sedang raut wajahnya tampak sedih dan sedikit bicara. Saya lihat di sekelilingnya terdapat anak-anaknya, rekanannya, dan para pembantunya. Sementara banyak orang yang datang untuk melakukan jual beli dengannya. Saya pun menunaikan keperluanku, setelah itu mendatanginya, untuk permisi kembali ke kampung halamanku. 

Saat itu dia berkata, “Saya ingin, jika engkau ada keperluan di sini, agar mendatangiku, agar saya bisa bantu keperluanmu.” Saya kemudian pulang. Dan berdiam di kampung halaman selama beberapa lama. Setelah itu saya kembali ke tempat perempuan tadi untuk menunaikan satu kebutuhan. Saat saya sampai di daerah tersebut, saya hanya melihat rumahnya tidak lagi seperti keadaan sebelumnya. Saya pun mendatangi rumahnya. Tapi saya tidak menemukan seorang pun. Saya pun mendatangi pintu rumahnya. Dan saya mengetuk pintu rumah itu. Saat itu saya mendengar gelak ketawa suara perempuan, juga kata-katanya. Kemudian saya dibukakan pintu. Dan saya pun masuk ke rumah itu. 

Saat masuk saya melihat perempuan itu sedang duduk. Dia berpakaian yang baik dan lembut. Dan gelak ketawa yang saya dengar sebelumnya ternyata suaranya. Dia hanya ditemani seorang perempuan. Saya pun merasa heran. Sehingga saya segera bertanya kepadanya, “Saya melihat kondisimu dalam dua keadaan yang berbeda, yang saya lihat aneh; yaitu keadaanmu saat saya datang pertama ke sini, dan keadaanmu saat ini. Kenapa seperti itu?” Ia menjawab, “Jangan merasa heran. Keadaanku saat pertama kali engkau lihat, adalah ketika saya menyadari diriku saat itu sedang berada dalam limpahan banyak kenikmatan dan keluasaan harta. Saya tidak mengalami cobaan kehilangan anak, atau kendaraan, juga harta. Dan tiap kali saya melakukan ekspedisi perdagangan, saya selalu selamat, dan setiap kali melakukan jual beli, saya selalu untung. 

Maka saya khawatir jika saya tidak mempunyai bagian kebaikan di sisi Allah. Karena itu, saat itu saya merasa gelisah dan sedih, seperti yang engkau lihat dahulu. Kemudian terjadilan musibah, sehingga saya kehilangan anak, seperti yang engkau lihat, demikian juga mengalami musibah pada kendaraanku dan hartaku. Sehingga tidak ada sesuatu yang tersisa lagi. Dan saya berharap agar Allah ‘Azza wa Jalla menghendaki kebaikan bagiku, sehingga Dia mengujiku dengan semua ujian tadi, serta Dia mengingatku. Karena itu saya merasa gembira, dan jiwaku merasa puas.”

Setelah itu saya pulang, dan saya bertemu Abdullah bin Umar. Saya pun memberitahukannya tentang keadaan perempuan tadi. Abdullah berkata, “Menurutku, demi Allah, itulah sikap yang dialami oleh Nabi Ayyub ‘Alaihissalam , dengan sedikit perbedaan. Namun saya mempunyai baju yang sedikit sobek, dan saya memintanya untuk memperbaikinya, tapi dia tidak melakukannya sesuai yang saya inginkan. Sehingga hal itu membuatku sedih.” (lihat, Shifatus Shafwah, 1/420)

------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 87-88

Post a Comment for "Kisah Perempuan Yang Kesabarannya Seperti Nabi Ayyub"