Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Seorang Lelaki Yang Sabar Atas Penyakitnya

Abu Abdillah Al-Baratsi berkata; Khalaf Al-Barzai berkata, “Saya mendatangi seorang lelaki yang menderita kusta, sehingga kedua tangannya dan kakinya hilang, demikian juga matanya buta. Kemudian, saya memasukkan dia ke tempat para penderita kusta. Setelah lewat beberapa waktu, saya lupa kepadanya, hingga kemudian saya mengingatnya kembali. Saya pun berkata kepadanya, “Hai saudaraku, saya beberapa waktu ini melupakanmu. Bagaimana kabarmu?” Dia menjawab, “Kekasihku yang kecintaannya meliputi seluruh diriku, bersama kepedihanku karena sakit ini, namun Dia tidak melupakanku sedikit pun.

Saya berkata, “Saya lupa.” Dia berkata, “Saya mempunyai Kekasih yang mengingatku. Bagaimana kekasih tidak mengingat kekasihanya. Sedangkan Dia selalu berada dalam pusat perhatiannya, dengan akal dan hatinya?” Saya bertanya, “Maukah engkau saya nikahkan dengan seorang perempuan yang bisa membantu dirimu membersihkan tubuhmu dari kotoran ini?” Mendengar itu dia pun menangis. Setelah itu dia menarik nafas dalam dalam, dan melayangkan pandangannya kelangit. Dia berkata, “Kekasih hatiku.” Kemudian dia pingsan dan beberapa saat terbangun kembali. 

Saya pun bertanya kepadanya, “Apa yang engkau ucapkan?” Ia menjawab, “Bagaimana mungkin engkau menikahkan saya dengan seseorang, sementara saya adalah raja dunia dan pengantinnya?” Saya berkata, “Apa kekuasaan dunia yang ada dalam genggamanmu, sementara engkau tidak memiliki kedua tangan dan dua kaki, juga engkau buta. Sehingga engkau makan seperti makannya hewan-hewan?” Ia berkata, “Ia adalah keridhaanku terhadap Tuhanku, saat Dia mengujiku dengan penyakit di tubuhku. Dan dia biarkan lidahku untuk berdzikir kepada Nya.” 

Al-Barzai berkata, “Maka, dia mendapatkan tempat yang istimewa dalam pandanganku. Dan tidak lama waktu berselang, orang itu pun meninggal. Kemudian saya mengeluarkan sepotong kain kafan yang agak panjang baginya. Saya pun memotong kain kafan itu. Saat tidurku di waktu malam, saya melihatnya dalam mimpi. Dan dikatakan kepadaku; Hai Khalaf, engkau telah bersikap pelit terhadap wali dan kekasihku dengan kain kafan yang panjang itu. Jadi, kami kembalikan kain kafanmu dan kami kafankan dia dengan kain sutra yang halus dan sutra yang tebal. Saya kemudian pergi ke tempat pemakaian kafan. Dan saya dapati kain kafannya tergeletak di lantai. (lihat, Shifatus Shafwah 1/293)

------------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 91-92

Post a Comment for "Kisah Seorang Lelaki Yang Sabar Atas Penyakitnya"