Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Tentang Ular

Dari Ibban bin Abdil Jabbar, dia berkata; Saat kami bersama Sufyan bin Uyainah, dan dia meriwayatkan hadits kepada kami, tiba-tiba dia menengok ke arah seorang syaikh di sampingnya, sambil berkata, “Wahai Abu Abdillah, bisakah engkau menceritakan kepada kami kisahmu dengan ular?” Syaikh berkata; Muhammad bin Uyainah menceritakan kepadaku, suatu hari Humairi bin Abdillah pergi ke tempat berburu. Saat berada di tempat lapang, ada seekor ular yang berdiri mengangkat kepalanya bertumpu pada ekornya. Ular itu berkata, “Sembunyikanlah saya, semoga Allah menyelamatkanmu di bawah naungan Arasy-Nya, pada saat tidak ada naungan perlindungan kecuali perlindungan Allah!”

Ibnu Uyainah berkata, “Saya melindungimu dari apa?” Ular berkata, “Dari musuh yang mengejarku dan ingin mencincang tubuhku!” Ibnu Uyainah berkata, “Di mana saya menyembunyikanmu?” Ular itu menjawab, “Dalam rongga dalam tubuhmu, jika engkau meng inginkan kebaikan.” Dia bertanya, “Siapakah engkau?” Dia menjawab, “Makhluk yang mengucap La Ilaha Illallah.” Dia berkata, “Ini rongga tubuhku.” Kemudian ular itu pun menjadi berada dalam rongga tubuhnya. Kemudian tiba-tiba datang seorang pemuda sambail membawa parang di atas pundaknya. Dia berkata, “Wahai syaikh, apakah engau melihat seekor ular yang bersembunyi di tempatmu ini?”

Dia menjawab, “Saya tidak melihat apa pun.” Dia berkata, “Sangat besar ucapan yang keluar dari mulutmu.” Dia berkata, “Yang engkau katakan itu lebih besar. Karena saya mengatakan tidak melihat sesuatu, namun engkau malah berkomentar seperti itu.” Mendengar itu, pemuda tersebut pun pergi. Dan saat dia sudah berjalan jauh dan tak terlihat, ular itu pun berkata, “Hai hamba Allah, lihatlah, apakah matamu bisa melihat sesuatu?” Dia menjawab, “Saya tidak bisa melihat sesuatu” Dia berkata, “Pilihlah salah satu dari dua pilihan ini; pertama, saya mematuk jantungmu, hingga menjadikannya hancur. Kedua, saya menjepit livermu sehingga terbelah-belah, dan selanjutnya mengeluarkannya dari bawah tubuhmu dalam bentuk potongan-potongan.” Dia berkata, “Demi Allah, engkau tidak membalas jasaku dengan benar. Semoga Allah merahmatimu.”

Ular itu berkata, “Bagaimana engkau bisa melakukan seperti ini kepada orang yang tidak engkau kenal? Jika bukan karena kebodohanmu, niscaya engkau sudah tahu bagaimana permusuhan yang terjadi antara diriku dengan nenek-moyangmu sebelumya. Dan engkau juga telah tahu, saya tidak memiliki uang yang bisa saya berikan kepadamu, juga saya tidak memiliki hewan kendaraan yang bisa menjadi kendaraanmu.” Dia berkata, “Saya melakukan hal itu karena ingin berbuat kebaikan.” Kemudian dia menengok ke arah gunung. Dan berkata, “Jika memang begitu, baiklah saya pergi ke gunung ini.” 

Setelah itu dia berjalan turun. Di sana dia mendapati seorang pemuda yang sedang duduk, dan wajahnya tampak bersinar seperti rembulan di bulan purnama. Pemuda itu bertanya, “Wahai syaikh, saya lihat engkau sedang mengejar kematian dan lari dari kehidupan. Ada apakah?” Dia menjawab, “Saya lari dari musuh yang bersembunyi dalam rongga tubuhku, yang telah saya lindungi dari musuhnya.” Dia pun menceritakan kisahnya. Pemuda itu berkata, “Pertolongan telah datang kepadamu.” Setelah itu dia memukulkan tangannya ke selendangnya, dan dari selendang itu dia mengeluarkan sesuatu. Sesuatu itu dia makankan ke tubuhnya, maka bergetarlah kedua dagunya, setelah itu dia makankan kembali untuk yang kedua kali, dan terlihat ada gerak di perutnya. Berikutnya dia makankan lagi untuk yang ketiga kalinya, maka ular tersebut pun keluar dari bawah tubuhnya dalam keadaan terpotong-potong.”

Dia bertanya, “Beritahukanlah kepadaku, siapakah engkau? Semoga Allah merahmatimu! Tidak ada orang yang lebih berjasa kepadaku dibanding dirimu.” Dia menjawab, “Apakah engkau tidak mengenalku? Saya adalah kebaikan. Saat itu para malaikat di seluruh langit mengalami kegoncangan ketika ular itu mengecewakanmu. Maka Allah memerintahkan; Hai Kebaikan, tolong hamba-Ku itu, dan katakan kepadanya engkau menginginkan sesuatu untuk keridhaan-Ku, maka Aku berikan kepadamu pahala orang-orang saleh. Aku anugerahkan kepadamu anugerah orang-orang yang berbuat baik. Dan Aku selamatkan dirimu dari musuhmu.”

----------------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 109-111

Post a Comment for "Kisah Tentang Ular"