Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Seperti Apakah Waliyullah?

Wahab meriwayatkan bahwa para Hawariyyun berkata; Wahai Isa, siapakah para wali Allah yang tidak pernah merasa takut juga tidak merasa sedih?” Isa ‘Alaihissalam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang melihat batin dunia ini, sementara orang lain hanya melihat penampilan lahir dunia. Dan mereka melihat ajal dunia, sementara orang lain melihat kenikmatan dan gemerlap dunia. Mereka pun memposisikan diri sebagai orang yang sudah mati di dunia, sedangkan orang lain takut mati. Mereka juga meninggalkan perkara-perkara yang mereka tahu hal itu akan meninggalkan mereka. Sehingga tindakan mereka memperbanyak dunia adalah suatu kekeliruan. 

Tindakan mereka mengingat dunia adalah suatu ketertinggalan. Tindakan mereka yang gembira dengan dunia yang mereka genggam adalah suatu kesedihan. Apa yang orang dapatkan dari dunia, mereka tolak. Kemuliaan yang orang dapat di dunia tanpa sebab yang benar, mereka singkirkan. Dunia mereka biarkan sebagaimana adanya dan mereka tidak mau memperbaruinya. Dunia juga hancur dalam diri mereka dan mereka tidak membangunnya. Dunia mati dalam hati mereka, dan mereka tidak menghidupkannya, setelah kematiannya. 

Sebaliknya, mereka membangun akhirat mereka dengan dunia itu, dan mereka jual dunia itu untuk mereka gunakan membeli akhirat yang kekal. Mereka menolak dunia dan dengan penolakan itu mereka bergembira. Mereka menjualnya, dan dengan menjualnya mereka menjadi pihak yang beruntung. Mereka melihat penghuni dunia sebagai orang yang sudah mati. Dunia telah lenyap. Sehingga mereka pun memfokuskan untuk mengingat kematian, dan mematikan ingatan atas dunia. 

Mereka mencintai Allah, dan senang mengingat-Nya, serta meminta panduan dari cahaya-Nya. Mereka mempunyai berita yang aneh. Dan pada mereka juga terdapat berita yang aneh. Dengan mereka Kitab Suci ini menjadi ditegakkan. Dan dengan Kitab Suci pula mereka menjalani hidup mereka. Mereka juga berbicara dengan Kitab Suci. Dan dengan mereka Kitab Suci bisa diketahui. Dengan Kitab Suci pula mereka menjadi dikenal. Mereka tidak melihat orang yang mendapat dunia sebagai orang yang berikan, dan juga tidak melihatnya sebagai orang yang mendapatkan keamanan selain dari keamanan akhirat. Dan, mereka tidak melihat adanya ketakutan kecuali kegagalan meraih akhirat yang mereka harapkan. (lihat az-Zuhd. Karya Imam Ahmad bin Hambal, no. 345)

---------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 81-82

Post a Comment for "Seperti Apakah Waliyullah?"