Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Sifat Hamba Allah yang Mencintai-Nya

Dari Bisyir bin Al-Harits, dia berkata; Saya melihat seorang lelaki di jalan menuju Syam, di atas tubuhnya terdapat jubah yang dia ikat seperti model orang badui. Saya pun bertanya kepadanya, “Dari mana engkau datang?” Dia menjawab, “Dari sisi-Nya.” “Ke mana engkau akan pergi?” “Kepada-Nya” “Bagaimana jalan untuk selamat?” “Dengan bertaqwa dan selalu muraqabah terhadap keridhaan Tuhan yang engkau harapkan.” “Berikanlah saya nasihat” “Menurutku, engkau tidak mau menerima nasihatku.” “Tolonglah, saya akan terima nasihatmu.” Ia berkata, “Larilah dari mereka, dan jangan merasa nyaman bersama mereka. Merasa asinglah dari dunia, karena dia mengantarkanmu kepada bencana.

Siapa yang mengenal dunia, dia akan tidak akan merasa tenang dengannya. Siapa yang mengetahui bahaya dunia, dia akan menyiapkan obat penyembuhnya. Siapa yang mengenal akhirat, dia akan bersungguh-sungguh mengejarnya. Siapa yang membayangkan akhirat, dia akan merindukan kenikmatan yang ada di dalamnya. Dan dia akan merasa ringan untuk beramal saleh. “Bagaimana jika engkau membayangkan siapa yang memiliki dunia dengan segala perhiasannya. Dia yang memerintah, ‘Jadilah,’ maka jadilah dia. Dia juga yang memerintahkan dunia, ‘Tampil indahlah,’ maka dunia pun tampil indah. 

Kerinduan terhadap pemilik dunia adalah lebih utama bagi orang-orang yang merindukan. Dan, dia lebih indah bagi kehidupan orang-orang yang mencari ketenangan. “Mereka merasa tenang dengan Rabb mereka. Hubungan mereka dengan Nya dalam kedamaian, mereka memurnikan perhatian mereka untuk-Nya, dan mereka mencurahkan seluruh daya pikir mereka untuk-Nya. Maka, Dia pun memberikan mereka minuman kecintaan-Nya. Sehingga mereka pun merasakan dalam kehausan mereka perasaan kepuasaan, sambil mereka tetap haus terhadap cinta Rabb mereka.” “Hai saudaraku, apakah engkau memahami apa yang saya katakan? Jika tidak, jangan ikuti saya lagi.” 

Saya menjawab, “Tentu saja, saya memahami seluruh yang engkau telah katakan. Semoga Allah merahmatimu.” Dia berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kefahaman kepadamu, dan saya melihat kebahagiaan di wajahmu. Ambillah untukmu perhatian orang yang tidak pernah lelah untuk menghiasi hati mereka dengan cinta Ilahi, karena hikmah selalu mengalir dan bersambung ke hati mereka. Mereka adalah bejana penerima hikmah yang tidak dikotori oleh keserakahan, dan tidak terputus hubungannya dengan Allah, mereka terlihat sederhana dalam penampilan mereka, namun kaya raya dalam ketawakalan mereka. Mereka bersikap teguh dalam menghadapi pelbagai perubahan dalam kehidupan. Mereka merasa tertusuk dengan kerinduan kepada Allah dan merasa asing di dunia ini. 

Kenikmatan mereka adalah keyakinan, roh mereka adalah kedamaian, mereka adalah makhluk yang paling lembut dalam tindak tanduknya, paling pemalu dalam gerak geriknya, dan paling mulia tujuan hidupnya. Mereka tidak terpesona dengan gemerlap dunia. Mereka juga tidak berlebihan dalam segala hal. Mereka adalah orang-orang pilihan dari sekian makhluk Allah. Serta cahaya dari sekian hamba-hambaNya yang saleh. Hati manusia-manusia yang penuh cinta kepada Allah, akan terputus perhatiannya dari selain ini. Semoga Allah memberikan kemanfaatan bagi kami dan engkau sesuai ilmu yang Dia berikan kepada kita, dan menyelamatkan kami dan engkau sesuai ilmu yang telah Dia berikan. Wassalamu ‘alaika warahmatullah.” 

Bisyir berkata; Saya pun meminta dia agar mengizinkan saya menemaninya. Namun dia menolak. Dia berkata; ‘Saya tidak melupakanmu, maka jangan lupakan saya.’ Dia kemudian meneruskan jalannya dan meninggalkanku. Bisyir berkata; Saya menjumpai Isa bin Yunus, dan saya pun menceritakan kepadanya tentang orang tadi. Dia menjawab, “Dia telah bersikap akrab denganmu. Orang saleh itu adalah seorang yang sangat baik, yang memilih tinggal di gunung. Dia hanya datang ke kota untuk shalat Jumat, dan pada hari itu dia menjual kayu bakar yang hasilnya mencukupi kebutuhan hidupnya hingga Jumat berikutnya. Sangat aneh sekali jika dia telah berbicara kepadamu, dan engkau mengingat kata-katanya yang bagus tadi.” (lihat, Shifatus Shafwah 1/293)

-----------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 93-94

Post a Comment for "Sifat Hamba Allah yang Mencintai-Nya"