Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Adakah yang Menangisi Keadaanku Saat Berada di Hadapan Rabbku?

Yazid bin Ash-Shalt Al-Jausyi berkata; Saya menemui seorang lelaki saleh dari Basrah yang sedang sakit. Saya dapati ayahnya berada di kepalanya, sedang ibunya berada di kakinya, istrinya berada di kanannya dan anak-anaknya berada di kirinya. Saya kemudian bertanya kepadanya, “Apa yang engkau rasakan?” Dia menjawab, “Seperti ada langkah semut di antara kulit dan dagingku.” Mendengar perkataannya, ayahnya menangis. Dia pun bertanya, “Wahai ayah, apa yang membuatmu menangis?” Ayahnya menjawab, “Saya menangis karena akan berpisah denganmu, dan saya akan segera merasa kesepian dengan berpisahnya saya dengannmu.” 

Kemudian ibunya juga menangis, demikian juga istrinya dan anak-anaknya. Dia memandang ke ibunya, dan bertanya, “Wahai ibuku yang penyayang terhadapku, apa yang membuatmu menangis?” ibunya menjawab, “Saya menangis karena akan berpisah denganmu. Dan saya akan segera menanggung rasa kesepian karena berpisah denganmu.” Dia bertanya ke istrinya, “Apa yang membuatmu menangis?” Dia menjawab, “Saya menangis karena akan berpisah denganmu, dan akan segera merasakan kesepian karena berpisah denganmu.” Setelah itu dia memandang anak-anaknya, dan bertanya,

“Hai anak-anakku yang segera menjadi anak yatim, apa yang membuatmu menangis?” Mereka menjawab, “Kami menangisi perpisahan denganmu, dan kami akan segera merasa kesepian dengan perpisahan kami denganmu, wahai ayah.” Setelah mendengar jawaban mereka, orang itu berkata, “Tolong dudukkan saya.” Setelah mereka mendudukkannya, dia berkata, “Kalian semua menangisi dunia. Apakah ada di antara kalian yang menangisi keadaanku saat wajahku ditutup tanah? Apakah di antara kalian ada yang menangisi saat saya ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir? Apakah ada di antara kalian yang menangisi keadaanku saat berada di hadapan Rabbku?” Setelah itu dia berteriak, dan mati.

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 137

Post a Comment for "Adakah yang Menangisi Keadaanku Saat Berada di Hadapan Rabbku?"