Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Turunnya Wahyu Yang Kedua

Ibnu Hajar menuturkan, selama wahyu terputus untuk beberapa hari lamanya, beliau ketakutan dan kedukaannya segera sirna dan kembali seperti sebelumnya, tatkala bayang-bayang kebingungan mulai surut, tanda tanda kebenaran mulai membias, dan beliau menyadari secara yakin bahwa kini beliau benar-benar menjadi seorang Nabi Allah Yang Mahabesar dan Mahatinggi, bahwa yang mendatangi beliau adalah duta pembawa wahyu yang menyampaikan pengabaran langit, kegelisahan dan penantiannya terhadap kedatangan wahyu merupakan sebab keteguhan hatinya jika wahyu itu datang lagi, maka Jibril benar-benar datang lagi untuk kedua kalinya.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menuturkan masa turunnya wahyu. Beliau bersabda, “Tatkala aku sedang berjalan, tiba-tiba kudengar sebuah suara yang berasal dari langit. Aku mendongakkan pandangan ke arah langit. Ternyata di sana ada malaikat yang mendatangiku di Gua Hira`, sedang duduk di sebuah kursi, menggantung di antara langit dan bumi.

Aku mendekatinya hingga tiba-tiba aku terjerebab ke atas tanah. Kemudian aku menemui keluargaku dan kukatakan, “Selimutilah aku, selimutilah aku!” Lalu Allah menurunkan surat Al-Muddatstsir: 1-5. Setelah itu wahyu datang secara berturut-turut.

----------------------------------------------------------------------

sumber : Sirah Nabawiyah. Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 66-67

Post a Comment for "Turunnya Wahyu Yang Kedua"