Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

MADRASAH AL-FATIH

Kisah Orang Yang Menyembunyikan Ilmu



Allah telah menganugerahkan ilmu kepada Ahli Kitab (orang Yahudi dan Nashrani) yaitu berupa Taurat dan Injil. Salah satunya ilmu tentang akan lahirnya nabi akhir zaman. Akan tetapi para Ahli Kitab malah menyembunyikannya dan enggan untuk memberitahukan (ilmunya) kepada orang lain.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani terutama yang benar-benar mempelajari Taurat dan Injil sejatinya telah mengetahui Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib adalah benar-benar utusan Allah. Karena kelahiran Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam termaktub dalam kitab suci mereka.

Hanya saja karena kedengkian hati dan gengsi, mereka tak mau beriman kepada Rasulullah.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani sangatlah jelas mengenal Rasulullah, megenal ciri, karakter dan sifat dari nabi akhir zaman yang dijanjikan sesuai dalam kitab Taurat dan Injil.
Bahkan mereka mengenal seperti anak mereka sendiri.

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ ٱلْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahui," (Al Quran surat Al Baqarah ayat 146).

Meski begitu kita mengetahui ada sejumlah para ahli kitab yang lurus yang mengakui risalah Rasulullah dan bersaksi atas kenabian dan kerasulan beliau. Sebut saja seperti Waraqah bin Naufal dan Abdullah bin Salam. Bahkan Abdullah bin Salam yang kemudian masuk Islam, tak bisa memungkiri bahawa dirinya sangat mengenal Rasulullah.

Suatu ketika sahabat Umar bin Khathab bertanya kepada Abdullah bin Salam tentang apakah dirinya mengenal Nabi Muhammad seperti mengenal anaknya. Jawaban Abdullah bin Salam yang dapat dijumpai dalam Ad Durr Al Mantsur karya Imam As Suyuthi 1/357 atau dalan Mukhtasar Tafsir Ibnu Katsir 1/140 cukup mengejutkan.

"Ya, bahkan aku jauh lebih mengenal beliau. Sang Terpercaya turun dari langit menemui sang Terpercaya di bumi dengan penjelasan tentang sifat beliau sehingga aku pun mengenal beliau. Sedangkan anakku, aku tak tahu apakah ia benar-benar dari ibunya,".

Ahli kitab sangat mengetahui ilmunya (akan kedatangan nabi akhir zaman).
Mereka sangat mengenal Nabi Akhir Zaman seperti anaknya sendiri. Dan sebelum datangnya Islam bahkan mereka Ahli Kitab telah menunggu2, meminta dan berdo'a akan kedatangan Nabi akhir zaman ini.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتَٰبٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا۟ مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُوا۟ كَفَرُوا۟ بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (Al Baqarah ayat 89).

Menurut Ulama Turki, Fethullah Gulen,
"kecemburuan dan rasa dengki telah menjadi dinding pemisah yang menghalangi orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk beriman kepada Rasulullah.

Penyebab dari orang-orang Yahudi tidak mau beriman kepada Rasulullah adalah karena Nabi penutup yang dijanjikan bukanlah dari kalangan mereka. Nasabnya tidak ke nabi Isa atau Musa, melainkan nasabnya melalui jalur nabi Ismail ke nabi Ibrahim."

Karena kedengkian ini lah yang menjadikan mereka ahli kitab menutupi ilmu yang ada pada mereka. Dan mereka enggan menyampaikan ilmu yang telah ada pada mereka (kabar kedatangan nabi terakhir ini).

Misalnya seperti kisah yang menjadi asbabun nuzul surat al-Baqarah : 159,

Ketika muslimin sudah hijrah ke Madinah, disana banyak Ahli kitab. Ada beberapa sahabat Nabi yang bertanya kepada Ahli kitab.

Bahwa suatu ketika Mu'adz bin Jabal, Sa'd bin Mu'adz dan Kharijah bin Zaid bertanya kepada segolongan Pendeta Yahudi tentang beberapa hal yang terdapat di dalam Taurat. Para pendeta menyembunyikan hal tersebut dan enggan memberitahukannya. Maka Allah melaknatinya dan menurunkan ayat

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat.” [Al-Baqarah/2: 159]

Abul Aliyah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Ahli Kitab. Mereka menyembunyikan sifat Nabi Muhammad Saw. Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa segala sesuatu melaknat perbuatan mereka itu; Sebagaimana halnya orang yang alim (PARA ULAMA), segala sesuatu memohonkan ampun baginya, hingga ikan-ikan yang ada di air dan burung-burung yang ada di udara. Sikap mereka (AHLI KITAB) bertentangan dengan sikap ulama. Para Ulama menyampaikan ilmu, mereka (Ahli Kitab) malah menyembunyikan ilmu. Karena itulah, mereka dilaknat oleh Allah, dan segala sesuatu ikut melaknat mereka.

Oleh karena itu,
Apabila seseorang mengetahui suatu ilmu, kemudian ada orang lain yang bertanya tentang ilmu ter-sebut maka ia harus menyampaikan ilmu tersebut kepadanya. Sebab apabila tidak dilakukan dan ia menyembunyikan ilmunya itu, ia juga akan terkena ancaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أُلْـجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu lalu ia menyembunyikannya, maka ia akan di-belenggu pada hari Kiamat dengan tali kekang dari Neraka.” [at-Tirmidzi no. 2649]

Post a Comment for "Kisah Orang Yang Menyembunyikan Ilmu"