Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bermimpi Bertemu Dengan Rabiah al-Adawiyah


Isa bin Marhum Al-Aththar bercerita kepada kami, bahwa Abdah binti Abi Syawal –salah seorang hamba Allah terbaik dan pernah berkhidmah kepada Rabi’ah Al-Adawiyah– pernah bercerita kepadanya seperti berikut; Rabiah Al Adawiyah selalu shalat sepanjang malam. Ketika fajar mulai terbit, maka dia akan tidur ringan sejenak di mushallanya, sampai cahaya fajar benar-benar terang. 

Saya pernah melihatnya kaget dan terbangun dari tidur ringannya itu dan berkata, “Wahai jiwa, berapa lama dan sampai kapan engkau tidur?! Sesaat lagi, engkau akan tidur dan tidak akan bangun lagi kecuali ketika terompet hari berbangkit berbunyi.” Seperti itulah aktivitas sehari-hari Rabiah sampai meninggal dunia. 

Di saat-saat menjelang kematiannya, Rabiah memanggil saya. “Wahai Abdah, jangan engkau beritahukan kematianku kepada siapa pun dan tolong kafani jasadku dengan jubahku ini (yaitu jubah dari bahan bulu yang biasa dia pakai shalat malam),” kata Rabiah kepadaku. Setelah Rabiah meninggal, kami mengkafani jasadnya dengan jubah tersebut dan kain kudung dari bulu yang biasa dia kenakan. 

Sekitar satu tahun setelah kematian Rabiah, saya bermimpi bertemu dengannya. Dalam mimpi itu, saya melihat Rabiah mengenakan pakaian dari sutera tebal hijau dan kerudung dari sutera halus hijau yang sangat indah dan belum pernah saya melihat sesuatu seindah itu. Dalam mimpi itu saya bertanya kepadanya, “Wahai Rabiah, bagaimana dengan jubah dan kerudung yang kami gunakan untuk mengkafanimu dulu?” “Demi Allah, sungguh kafanku itu dicopot, lalu diganti dengan pakaian seperti yang engkau lihat ini. Kemudian, kafanku itu dilipat dan disegel, lalu dibawa naik dan diletakkan di surga Illiyyin supaya kelak di akhirat saya mendapatkan pahalanya,” jawab Rabiah. 

“Untuk inikah engkau dulu selama di dunia beramal?” Kataku kepadanya. “Ini adalah sebagian dari kemurahan Allah kepada para kekasih-Nya,” kata Rabiah.

“Bagaimana kabar Ubaidah binti Abi Kilab?” Tanyaku kepadanya. “Sungguh luar biasa. Dia benar-benar telah mendahului kami dalam mencapai derajat yang tinggi,” jawabnya. “Berkat apa dia bisa seperti itu, padahal menurut orang-orang, engkau lebih unggul dibandingkan dirinya?” Tanyaku kepadanya. “Dia tidak pernah lagi mempedulikan bagaimana keadaan dunianya,” jawabnya. “Bagaimana kabar Abu Malik, yakni Dhaigham?” Tanyaku kepadanya. “Dia bebas berkunjung kepada Allah kapan pun dia mau,” jawabnya. “Bagaimana kabar Bisyir bin Manshur?” Tanyaku kepadanya. “Bagus! Bagus! Dia telah diberi melebihi apa yang dia harapkan,” jawabnya. “Tolong beri saya amalan yang bisa saya gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” kataku kepadanya. “Perbanyak dzikir kepada Allah, karena hal itu akan membuatmu berbahagia di dalam kuburmu,” jawab Rabiah.

--------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 165-166

Post a comment for "Bermimpi Bertemu Dengan Rabiah al-Adawiyah"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa