Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menyelamatkan Diri di Hari Aqabah


Al-Ashma’i bercerita kepada kami, bahwa Syabib bin Syaibah bercerita kepadanya seperti berikut; Siang itu, kami sedang berhenti istirahat dalam perjalanan menuju ke Makkah. Waktu itu, cuaca sangat panas. Lalu, ada seorang badui datang menghampiri kami bersama dengan seorang budak perempuan berkulit hitam miliknya. “Wahai saudara sekalian, apakah di antara kalian ada yang hafal Al-Qur`an? Saya ingin minta tolong dituliskan sesuatu,” kata orang badui tersebut. 

“Mari makan bersama kami dulu, nanti kami akan menuliskan apa yang engkau inginkan,” jawabku kepadanya. “Saya puasa,” jawabnya. Saya pun merasa kagum dengannya, karena dia berpuasa di tengah gurun yang panas seperti ini. 

Setelah selesai makan, lantas kami memanggilnya. “Apa yang engkau inginkan?” Tanya kami kepadanya. “Wahai engkau, sesungguhnya dunia telah ada sebelum saya ada, dan dunia masih akan ada setelah saya tiada. Begini, saya ingin memerdekakan budak perempuanku ini karena Allah sebagai bekal untuk hari ‘aqabah. Tahukah engkau apa itu hari aqabah? Aqabah adalah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat, “Tetapi, dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah engkau apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.” (QS. al-Balad : 11-13)

Tolong tuliskan apa yang saya katakan berikut tanpa tambahi satu huruf pun, “Ini adalah si Fulanah, budak si Fulan. Dia telah memerdekakannya karena Allah untuk bekal menghadapi hari aqabah.”

Lalu, saya –Syubaib–pergi ke Basrah dan Baghdad. Di sana, saya menceritakan kisah badui tersebut kepada Khalifah Al-Mahdi. “Seratus budak dimerdekakan dengan perjanjian yang sama seperti yang ditulis oleh si badui itu,” kata Al-Mahdi. (Lihat; Syu’ab Al-Iman/Al-Baihaqi (4174).

-----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 160-161

Post a comment for "Cara Menyelamatkan Diri di Hari Aqabah"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa