Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karena Jujur Ia Dibebaskan


Abdul Aziz bercerita kepada kami, bahwa Nafi’ berkisah; Pada suatu kesempatan, saya pergi bersama Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma dan sejumlah kawan yang lain ke salah satu daerah di pinggiran Madinah. 

Kemudian, pada saat mereka berhenti istirahat untuk makan, ada seorang penggembala lewat. “Kemarilah, ikut makan bersama kami,” kata Ibnu Umar memanggil si penggembala. “Saya sedang berpuasa,” jawab si penggembala. 

“Di hari yang sangat panas seperti ini, di tengah perbukitan sambil menggembala kambing, engkau masih tetap berpuasa?” Kata Ibnu Umar kepadanya. “Hari-hari terus berlalu dan saya tidak ingin menyia-nyiakannya,” jawab si penggembala. Ibnu Umar pun merasa kagum kepada si penggembala. 

“Maukah engkau menjual salah satu kambingmu itu kepada kami untuk kami potong? Nanti kami akan memberimu sebagian dari dagingnya untuk engkau pergunakan berbuka puasa,” kata Ibnu Umar menguji kejujuran si penggembala. “Kambing-kambing itu bukan kepunyaanku, tapi punya majikanku,” jawabnya. 

“Bilang saja kepada majikanmu bahwa salah satu kambingnya hilang dimangsa serigala,” kata Ibnu Umar kepadanya. Lalu, si penggembala berlalu pergi sambil menunjuk ke atas dan berkata, “Lantas, di manakah Allah?!” Ibnu Umar terus mengulang-ulang perkataan si penggembala tersebut, “Lantas, di manakah Allah?” Setelah kembali ke Madinah, Ibnu Umar lantas menemui majikan si penggembala tersebut dan membeli si penggembala berikut kambing yang ada. Lalu, Ibnu Umar memerdekakan si penggembala dan memberikan kambing kambing tersebut kepadanya. 

------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 154-155

Post a comment for "Karena Jujur Ia Dibebaskan"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa