Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keimanan Harus di Buktikan Dengan Amal Perbuatan - Nasihat Hasan al-Bashri




Abu Ubaidah At-Taji bercerita kepada kami; Kami datang menjenguk Hasan Al-Bashri yang sedang sakit keras menjelang kematiannya. Al-Hasan berkata; Selamat datang kalian semua, semoga Allah memberi kalian kehidupan yang sejahtera serta menempatkan kami dan kalian di Darussalam. Ini adalah keterbukaan yang baik jika kalian sabar, membenarkan dan percaya. Wahai kalian, semoga Allah merahmati kalian, jangan sampai berita yang akan saya sampaikan kepada kalian masuk dari telinga kanan dan langsung keluar dari telinga kiri.

Barangsiapa melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia melihat beliau selalu bergerak aktif, tidak pernah menata batu bata dan kayu (tidak sibuk membangun rumah melebihi kebutuhan). Akan tetapi, beliau langsung siap beraksi ketika panji diangkat. Cepat, cepat, bergegaslah, bergegaslah. Kenapa kalian masih berhenti? Demi Tuhannya Ka’bah, kalian datang, sementara kalian dan perkara ini seakan-akan bersama. Semoga Allah merahmati seorang hamba yang menyadari hidup ini hanya sekali, lalu dia makan secuil roti, mengenakan pakaian usang, beralaskan tanah, bersungguh-sungguh dalam ibadah, menangisi kesalahan, lari menghindari hukuman, dan tekun mencari rahmat, hingga ajal menjemputnya, sementara dia tetap dalam keadaan seperti itu. 

Jika engkau ingin bertemu dengan-Nya sebagai hamba yang menyia-nyiakan dan teledor, maka silakan engkau tenggelam dalam kebatilan. Kamu bilang, “Siapa yang melarang-larang dan membatasi kebebasan saya menggunakan harta saya sendiri?” Hai dungu, yang melarang dan membatasi adalah Dia Yang telah memberimu harta tersebut. Semoga Allah merahmati seorang hamba yang mencari penghasilan yang halal, membelanjakan dengan hemat dan selebihnya dia persembahkan untuk menghadapi hari di mana dia sangat membutuhkan amal baiknya. Dia mempersembahkannya menurut arahan dan tuntunan Allah dan meletakkannya di tempat yang semestinya. 

Sesungguhnya, orang-orang sebelum kalian hanya mengambil secukupnya dari dunia, sedangkan selebihnya mereka gunakan untuk membeli diri mereka dari Allah.

Sesungguhnya, Allah membagikan dunia untuk ujian dan menyediakan akhirat untuk ganjaran. Sesungguhnya, Allah memberikan dunia dengan berdasarkan jatah, dan memberikan akhirat dengan berdasarkan amal. Sesungguhnya, orang mukmin tidak mengambil agamanya dari pendapatnya sendiri. Tetapi, agama datang kepada dirinya dari Allah, lalu dia mengambil dan menerima agama itu dari-Nya. Sesungguhnya jalan Allah hanya satu, pangkalnya adalah petunjuk dan ujungnya adalah surga. 

Sesungguhnya, jalan setan adalah jalan yang tercerai-berai, pangkalnya adalah kesesatan dan ujungnya adalah neraka. Sesungguhnya, keimanan ini, demi Allah, bukanlah dengan angan-angan dan bukan pula dengan kepura puraan, tapi apa yang tertanam dalam hati dan dibuktikan oleh amal perbuatan.

#kisah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam Tidak Pernah Diam Berhenti Berdakwah

#kumpulan nasihat Hasan al-Bashri

-----------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 227-228

Post a comment for "Keimanan Harus di Buktikan Dengan Amal Perbuatan - Nasihat Hasan al-Bashri"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa