Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Buah Safarjal Yang Sangat Enak Pemberian Seorang Wali



Said bin Utsman bercerita kepada kami; Pada suatu hari, kami berada di majlis Muhammad bin Manshur. Waktu itu, majelisnya juga dihadiri oleh sejumlah ulama hadits dan para zahid. Pada kesempatan tersebut, dia bercerita kepada kami; Suatu hari saya berpuasa dan dalam hati saya berikrar bahwa saya tidak akan makan kecuali yang jelas dan pasti halalnya.

Hari itu pun berlalu, sementara saya sama sekali tidak punya apa-apa yang bisa dimakan. Pada hari kedua, ketiga dan keempat, saya terus berpuasa tanpa pernah berbuka, karena memang saya tidak punya apa-apa yang bisa dimakan. Menjelang waktu berbuka pada hari keempat, saya bergumam dalam hati bahwa malam ini saya akan berbuka di rumah orang yang Allah mensucikan makanannya. Lantas, saya memutuskan untuk pergi menemui Makruf Al-Karkhi. 

Setelah sampai, saya menyapanya dengan mengucapkan salam, lalu duduk menunggu, hingga Al-Karkhi menyelesaikan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib selesai, para jamaah pun beranjak keluar meninggal kan masjid, kecuali saya, Al-Karkhi dan seorang pria. Lalu, Al-Karkhi menoleh kepadaku dan berkata, “Wahai Thusi.” “Ya, saya,” kataku menjawab panggilannya. “Pergilah ke rumah saudaramu dan makan malamlah bersamanya,” kata Al-Karkhi kepadaku. 

Dalam hati, saya bergumam, “Saya telah berpuasa selama empat hari, sementara saya tidak tahu harus berbuka dengan apa.”

“Saya sama sekali tidak punya makanan untuk makan malam,” jawabku. Lalu, Al-Karkhi membiarkan saya sejenak. Kemudian, dia mengulang kembali perkataan yang sama kepadaku. “Saya sama sekali tidak punya makanan untuk makan malam,” jawabku. Lalu, Al-Karkhi kembali membiarkan saya sejenak. Kemudian dia mengulang kembali perkataan yang sama kepadaku. “Saya sama sekali tidak punya makanan untuk makan malam,” jawabku. 

Lalu, Al-Karkhi diam sejenak. “Kemarilah,” kata Al-Karkhi kepadaku setelah itu. Lantas, saya coba mendekat kepadanya dengan susah payah dan tertatih tatih karena sudah tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Lalu, saya duduk di sebelah kirinya. Setelah itu, dia memasukkan tangan kananku ke dalam saku kirinya dan saya menemukan safarjal (semacam buah pir, berwarna kuning) yang sudah digigit.

Lalu, safarjal itu langsung saya makan dan rasanya luar biasa enak sekali. Bahkan safarjal yang saya makan itu juga membuat saya segar dan tidak perlu air minum lagi. Selesai. 

Lalu, ada salah seorang yang hadir di majlis Muhammad bin Manshur bertanya kepadanya, “Engkau, hai Abu Ja’far?” “Ya, dan saya ingin menambahkan, bahwa sejak saat itu, setiap kali makan kue atau yang lain, saya masih selalu menemukan rasa safarjal tersebut,” kata Muhammad bin Manshur.

Kemudian, Muhammad bin Manshur menoleh kepada para sahabatnya dan berkata, “Saya minta dengan sangat kalian jangan menceritakan hal ini selama saya masih hidup.” (lihat Tarikh Baghdad (2/90, 6/39)

-----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 222-223

Post a comment for "Kisah Buah Safarjal Yang Sangat Enak Pemberian Seorang Wali"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa