Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Gubug Misterius


Yusufbin Al-Husain bercerita kepada kami, bahwa dirinya mendengar Dzun Nun berkisah seperti berikut; Malam itu, saya sedang berjalan menyusuri gunung Lebanon. Lalu, saya melihat sebuah gubug terbuat dari daun oak (ek) yang dihuni oleh seorang pemuda berwajah lebih elok dari rembulan. Tiba-tiba, pemuda itu melongok keluar dan berkata, “Dalam musibah, hati ini mengikrarkan kesadaran akan betapa besar karunia-Mu. Bagaimana hati ini tidak mengikrarkan hal itu, sementara hati ini tidak sepatutnya akrab dan senang kecuali hanya dengan-Mu. Duh, benar-benar merugi orang-orang yang mengabaikan-Mu.” 

Lalu, pemuda itu memasukkan kembali kepalanya ke dalam, sehingga saya tidak bisa mendengar lagi apa yang dia ucapkan. Saya tetap menunggu di sana sampai terbit fajar. Kemudian, pemuda itu kembali melongok keluar, lalu memperhatikan rembulan dan berkata, “Tuhanku, langit bersinar dengan Nur-Mu, kegelapan menjadi terang oleh Nur-Mu, Engkau melapisi keagungan-Mu dari penglihatan mata, lalu Engkau membuatnya terlihat oleh makrifat hati.” Kemudian, pemuda itu kembali berkata, “Wahai Tuhanku, saya berlindung kepada-Mu dalam kesedihanku dengan harapan Engkau berkenan melihat kepadaku dengan pandangan orang yang saya seru, lalu dia memenuhi seruanku itu.”

Lalu, saya bergegas menghampiri pemuda itu dan menyapanya dengan ucapan salam. Lalu, dia pun membalas ucapan salamku.

“Semoga Allah merahmatimu, bolehkan saya mengajukan suatu pertanyaan kepadamu?” Kataku kepadanya. “Tidak,” jawabnya. “Kenapa?” Tanyaku. “Rasa takut kepadamu belum keluar dari hati ini,” jawabnya. “Wahai saudaraku tercinta, memang apa yang telah membuatmu takut kepadaku?” Tanyaku kepadanya.

“Pengangguranmu pada saat di mana semestinya engkau sibuk beramal, engkau tidak mempersiapkan bekal untuk kehidupanmu di hari kemudian dan posisimu yang masih setia pada dugaan, wahai Dzun Nun,” jawabnya. Mendengar jawabannya tersebut, saya langsung menjerit dan jatuh pingsan. Saya baru tersadar ketika terkena panasnya sinar matahari. Lantas, saya mengangkat kepalaku dan melihat sekeliling, tapi saya tidak melihat apa-apa, tidak pemuda itu dan tidak pula gubug tempatnya berteduh. Kemudian, saya pun berjalan dengan perasaan gundah dan hati yang sedih.

-------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 178-179

Post a comment for "Kisah Gubug Misterius"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa