Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ibrahim bin Adham Mencari Rezeki Yang Halal


Diceritakan dari Ibrahim bin Adham, dia berkata; Saya bertanya kepada beberapa syaikh, di mana saya bisa mendapatkan sesuatu yang halal. Mereka berkata, “Jika engkau menginginkan sesuatu yang halal, pergilah engkau ke negeri Syam.” Lantas, saya pergi ke Syam dan singgah dikota Mishshishah (Mopsuestia) selama beberapa hari dengan harapan bisa mendapatkan sesuatu yang benar-benar murni halal, tapi saya belum bisa mendapatkannya.

Kemudian, saya bertanya kepada beberapa syaikh dan mereka menjawab, “Jika engkau ingin mendapatkan sesuatu yang halal, pergilah ke Tarsus.” Lalu, saya pun pergi ke Tarsus. Di sana, saya sempat mengalami kesulitan hidup. Lalu, saya pergi ke Bab Al-Bahr untuk mencari kerja. Kemudian, ada seseorang datang menghampiriku dan menawarkan pekerjaan kepada saya sebagai penjaga dan pemelihara kebunnya. Saya pun menerima tawaran pekerjaan tersebut. 

Sejak saat itu, sehari-hari saya tinggal di kebun orang tersebut. Kemudian, pada suatu hari, pelayan dari pemilik kebun datang ke kebun bersama beberapa orang. Lalu, dia duduk di tempat yang biasa dia gunakan untuk duduk di sana dan memanggilku. Si pelayan memanggilku, “Wahai pemelihara kebun, wahai pemelihara kebun.”

Saya menjawab, “Ya, saya datang.” “Tolong ambilkan kami buah delima yang paling besar dan paling lezat,” kata si pelayan kepadaku. Lantas, saya mengambil keranjangku dan pergi mencari buah delima seperti yang diminta oleh si pelayan. Sesaat kemudian, saya kembali menemuinya sambil membawa beberapa butir buah delima berukuran besar. Lalu, dia memecah salah satu buah delima dan mencicipinya.

Ternyata, buah delima itu rasanya masam. “Wahai pemelihara kebun, tidakkah engkau malu kepadaku?! Engkau sudah bekerja di kebun ini sekian lama dan memakan buah-buahan yang ada di sini, tapi engkau belum juga bisa mengenali mana buah delima yang manis dan mana yang masih masam?!,” kata pemilik kebun kepadaku. “Demi Allah, sungguh saya sama sekali tidak bisa mengenali dan membedakan mana buah delima yang manis dan mana yang masam. Saya juga tidak pernah sedikit pun makan buah yang ada di kebunmu ini,” jawabku.

Lalu, dia menoleh kepada kawan-kawannya dan berkata, “Apakah kalian pernah mendengar perkataan yang lebih mengherankan dari apa yang disampaikan oleh si pemelihara kebun ini?!” “Wahai si pemelihara kebun, Ibrahim bin Adham sekalipun tidak akan sampai seperti itu,” katanya kepadaku setelah itu. Lalu, saya pun pergi meninggalkannya. 

Pada hari berikutnya, si pelayan terlihat kembali datang ke kebun bersama banyak orang. Melihat banyak orang datang berbondong-bondong ke kebun, saya lantas paham bahwa si pelayan itu telah menceritakan kejadian kemarin kepada orang-orang dan ingin bertemu dengan saya. Mereka pun mulai masuk ke dalam kebun, sementara saya bersembunyi di balik pohon. 

Setelah mereka mulai masuk ke dalam kebun, maka saya langsung ikut membaur bersama mereka untuk menyembunyikan identitas saya dari mereka. Lalu, secara diam diam saya berjalan keluar meninggalkan kebun, ketika mereka berjalan masuk ke dalam kebun. Kemudian, saya langsung lari menghindar dari mereka dan tidak bertemu dengan satu pun dari mereka. (Lihat; Hilyah Al-Awliya` (3/331), Shifatu Ash-Shafwah (1/445), At-Tawwabin/Qudamah (1/43), dan Mukhtashar Tarikh Dimasyq (1/452).

-------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 234-235

Post a comment for "Kisah Ibrahim bin Adham Mencari Rezeki Yang Halal"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa