Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Keistimewaan Orang Yang Bertaubat


Bakar bin Abdillah Al-Muzanni bercerita kepada kami; Ada seorang penjual daging jatuh cinta kepada seorang budak perempuan milik salah seorang tetangganya. Pada suatu hari, sang majikan menyuruhnya pergi ke salah satu kampung untuk suatu keperluan. 

Lantas, si penjual daging mengikutinya dan coba merayunya untuk diajak berbuat mesum, tapi dia menolak dengan tegas. “Jangan lakukan itu. Sungguh, saya lebih cinta kepadamu daripada engkau kepadaku, tapi saya takut kepada Allah,” kata si sahaya perempuan. “Apakah engkau takut kepada Allah, sementara saya justru tidak?! Sungguh, itu tidak boleh terjadi!” Kata si penjual daging. 

Lalu, si penjual daging pun bertaubat dan kembali pulang. Di tengah perjalanan, dia terserang rasa dahaga yang teramat sangat, hingga membuat lehernya seakan-akan mau putus. Tiba-tiba, lewat utusan salah seorang nabi Bani Israil. “Ada apa denganmu?” Tanya utusan itu kepadanya. “Kehausan,” jawab si penjual daging. “Mari kita berdoa supaya kita dinaungi awan sampai kita tiba di kampung,” kata si utusan kepadanya.

“Saya tidak punya amal apa-apa yang bisa saya jadikan perantara untuk berdoa,” jawabnya. “Jika begitu, saya yang berdoa, sementara engkau mengamini,” kata si utusan. Lantas, si utusan pun berdoa, sementara si penjual daging mengamininya, hingga akhirnya datang awan yang terus menaungi mereka berdua sampai tiba di kampung.

Lalu, si penjual daging pergi ke kios tempatnya berjualan. Ternyata, awan tersebut terus saja mengikutinya. Melihat hal itu, lantas si utusan kembali menemuinya. “Tadi engkau bilang bahwa engkau tidak punya amal apa-apa yang bisa diandalkan, sehingga saya yang berdoa dan engkau yang mengamini. 

Lalu, datanglah awan menaungi kita hingga kita sampai di kampung ini. Kemudian, ternyata awan itu masih terus mengikutimu. Tolong ceritakan, apa sebenarnya yang telah terjadi?” Kata si utusan kepadanya. Lantas, dia pun menceritakan kisahnya dengan si sahaya perempuan tersebut. “Sesungguhnya, orang yang bertaubat kepada Allah memiliki suatu posisi yang tidak ada satu pun orang yang menyamainya,” kata si utusan setelah mendengar ceritanya tersebut. (Lihat; Syu’ab Al-Iman/Al-Baihaqi (6903), At-Taubah (44), Ihya` ‘Ulumiddin (2/307), Hilyah Al-Awliya` (1/312), dan At-Tawwabin/Ibnu Qudamah (1/20).

----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 201-202

Post a comment for "Kisah Keistimewaan Orang Yang Bertaubat"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa