Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Mutiara Dalam Perut Ikan Yang Sangat Mahal




Ahmad bin Nashih Al-Mishishi bercerita kepada kami; Alkisah, ada seorang syaikh ahli ibadah yang saleh. Dia memiliki keluarga. Setiap sore, dia pergi keluar menjajakan benang hasil pintalannya. Setelah laku terjual, lantas dia menggunakan uangnya untuk membeli makanan buat keluarganya dan kapas sebagai bahan untuk membuat benang. 

Pada suatu hari, setelah benang hasil pintalannya laku terjual, ada salah satu sahabatnya menemui dirinya dan menyampaikan kondisinya yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Lantas, dia menyerahkan uang hasil penjualan benang kepada kawannya itu, lalu pulang ke rumah. 

“Mana makanannya? Mana kapasnya?” Tanya keluarganya ketika dia sampai rumah. “Tadi, si Fulan menemuiku dan menyampaikan bahwa dirinya sedang mengalami kesulitan ekonomi. Lantas, uangnya saya berikan kepadanya,” jawabnya menjelaskan. 

“Lalu, apa yang akan kita lakukan, sementara kita tidak punya apa-apa?” Kata keluarganya. 

Kebetulan, di rumahnya ada nampan yang sudah pecah dan sebuah kendi. Lalu, dia membawanya ke pasar untuk dijual. Akan tetapi, tidak ada satu orang pun yang mau membelinya. Lalu, lewat seseorang yang membawa ikan dengan perut menggembung besar yang juga tidak ada satu pun orang yang membelinya. 

“Bagaimana kalau kita barteran antara barangmu yang tidak laku itu dengan barangku yang tidak laku ini?” Kata si pemilik ikan menawarkan kesepakatan. Dia pun setuju, lalu dia menyerahkan barangnya kepada si pemilik ikan dan si pemilik ikan menyerahkan ikan yang dia bawa kepadanya.

Setelah itu, lantas dia membawa ikan itu pulang ke rumah. “Akan kita apakan ikan ini?” Tanya keluarganya sesampainya di rumah. “Dipanggang saja, lalu kita makan. Semoga Allah mendatangkan rezeki untuk kalian,” jawabnya.

Lantas, mereka pun membelah perut ikan tersebut. Ternyata, di dalamnya mereka menemukan sebuah mutiara. Lalu, mereka memberitahukan hal itu kepada seorang syaikh. “Coba lihat, apakah mutiara itu berlubang atau tidak. Jika sudah berlubang, berarti mutiara itu punya seseorang. Akan tetapi, jika belum berlubang, maka itu berarti rezeki dari Allah buat kalian,” jawabnya. 

Setelah dilihat, ternyata mutiara itu masih utuh dan belum berlubang. Keesokan harinya, dia membawa mutiara itu ke salah satu kawannya yang berprofesi sebagai penjual batu mulia. “Dari mana engkau mendapatkannya?” Tanya kawannya itu setelah dia memperlihatkan mutiara tersebut kepadanya. “Ini adalah rezeki yang dikirimkan oleh Allah kepada kami,” jawabnya.

“Harga mutiara ini bisa mencapai tiga puluh ribu, tapi saya tidak sanggup membayarnya. Coba bawa dan tawarkan mutiara ini kepada si Fulan, dia lebih sanggup membeli mutiara ini daripada saya,” kata kawannya itu. 

Lantas, dia membawa mutiara tersebut kepada orang yang dimaksud. “Hai Fulan, dari mana engkau bisa mendapatkan mutiara ini? Mutiara ini sangat berharga dan mahal sekali!,” kata orang tersebut. “Ini adalah rezeki yang dikirimkan oleh Allah kepada kami,” jawabnya. “Nilai harga mutiara ini mencapai tujuh puluh ribu, tidak lebih dari itu. Bawa kemari orang yang akan membawakan uangnya ke rumahmu,” kata orang itu. 

Lalu, orang itu menyerahkan uang tujuh puluh ribu kepadanya. Kemudian, dia memanggil tukang panggul untuk membawakan uang itu ke rumah. Setibanya di rumah, Allah mengirim seorang peminta kepadanya. “Tolong, beri saya sebagian dari apa yang telah Allah berikan kepadamu,” kata si peminta tersebut.

“Kemarin, kondisi kami sama sepertimu. Saya akan memberimu separuh dari uang ini,” katanya kepada si peminta. Setelah uang itu dibagi dua, si peminta itu tiba-tiba berkata, “Semoga Allah memberikan keberkahan buatmu. Saya ini sebenarnya adalah utusan Tuhanmu. Dia mengutusku untuk mengujimu.”

------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 225-227

Post a comment for "Kisah Mutiara Dalam Perut Ikan Yang Sangat Mahal"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa