Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Zuhudnya Nabi Isa 'Alaihissalam


Umar bin Salim bercerita kepada kami, bahwa dirinya mendapatkan informasi seperti berikut; Pada suatu kesempatan, Nabi Isa bin Maryam ‘Alaihimassalam keluar menemui para sahabatnya dengan mengenakan jubah dan pakaian dari bahan bulu, celana pendek, tidak mengenakan penutup kepala, rambut kepala dan kumisnya dipotong. Dia keluar sambil menangis, kondisinya kusut dan pucat karena lapar, kedua bibirnya kering karena haus. Rambut dadanya, rambut lengan dan rambut betisnya lebat. 

Lalu, dia berkata, “Assalamu’alaikum, saya adalah orang yang menempatkan dunia pada tempatnya dengan izin Allah, bukannya ujub dan sombong. Hai Bani Israil, sepelekanlah dunia, maka dunia akan tunduk dan ringan bagi kalian. Rendahkanlah dunia, maka akhirat akan menjadi berharga dan mulia bagi kalian. Jangan rendahkan akhirat, karena jika engkau merendahkan akhirat, maka dunia akan menjadi berharga dan sulit bagi kalian. Karena, dunia tidak layak dihargai, dimuliakan dan dihormati.” “Tahukah kalian di mana rumahku?” Tanya Isa kemudian. 

“Di manakah rumahmu wahai Ruhullah?” Sahut mereka bertanya balik. “Rumahku adalah masjid-masjid. Parfumku adalah air. Laukku adalah lapar. Kendaraanku adalah kedua kakiku. Pelitaku di malam hari adalah rembulan. Tempat tinggalku di musim dingin adalah tempat-tempat yang mendapatkan terbitnya sinar matahari. Makananku adalah sesuatu yang kering. Buah-buahan dan tanaman harumku adalah tanaman-tanaman bumi yang dimakan oleh binatang buas dan binatang ternak. Pakaianku adalah bulu. Syi’arku adalah rasa takut. Teman-temanku adalah orang-orang lemah dan kaum fakir miskin. Saya masuk di waktu pagi, sementara saya tidak punya apa apa, dan saya masuk di waktu sore, sementara saya juga tidak punya apa-apa, namun saya tetap bahagia dan senang, tanpa mempedulikan siapa yang lebih kaya dariku dan siapa yang lebih untung dariku,” jawab Nabi Isa. 

Disebutkan bahwa, konon Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam mengenakan jubah dari bahan bulu selama sepuluh tahun. Setiap kali ada bagian yang sobek, maka dia menjahitnya dengan tali. Selama empat tahun berturut-turut, Nabi Isa tidak meminyaki rambutnya. Kemudian, dia meminyaki rambutnya dengan minyak lemak. Isa berkata, “Wahai Bani Israil, jadikanlah masjid sebagai kamar dan jadikanlah kuburan sebagai rumah. Jadilah kalian seperti tamu. Tidakkah engkau lihat dan perhatikan burung-burung yang ada di langit? Burung-burung itu tidak menanam dan tidak pula memanen, tapi Tuhan langit memberinya rezeki. 

Wahai Bani Israil, makanlah dari roti gandum dan sayur-sayuran bumi. Ketahuilah, bahwa engkau tidak akan mampu mensyukurinya sebagaimana mestinya, apalagi jika engkau makan makanan yang lebih baik dari itu.” Isa berkata kepada para sahabatnya, “Jika kalian memang saudara dan sahabatku, maka persiapkanlah diri kalian untuk menghadapi permusuhan dan kebencian dari manusia. Jika kalian tidak bisa melakukannya, maka kalian bukanlah saudara dan sahabatku. 

Sesungguhnya, kalian tidak akan bisa meraih apa yang kalian cari kecuali dengan meninggalkan apa yang kalian hasrati. Kalian tidak akan bisa menggapai apa yang kalian senangi kecuali harus dengan kesabaran dan ketegaran kalian menghadapi hal-hal yang kalian benci. Waspadalah kalian terhadap pandangan mata, karena sesungguhnya pandangan mata menanamkan syahwat dalam hati. 

Maka, berbahagialah orang yang pandangannya di dalam hatinya, bukan hatinya di dalam pandangannya. Betapa jauh apa yang telah lewat dan betapa dekat apa yang akan datang. Celaka bagi pecinta dunia, bagaimana dia mati dan meninggalkan dunianya. Dia memberikan kepercayaan kepada dunia, tapi dunia mengkhianatinya. Dia percaya kepada dunia, tapi dunia menipu, memperdaya dan mengelabuinya.

Celaka bagi orang-orang yang teperdaya oleh dunia. Mereka dihampiri dengan segera oleh apa yang mereka benci, mereka didatangi oleh apa yang diancamkan kepada mereka, dan mereka berpisah dengan apa yang mereka senangi. Janganlah kalian suka banyak bicara dengan selain dzikrullah. Karena, jika kalian suka banyak bicara dengan selain dzikrullah, maka hati kalian akan menjadi keras karenanya, meskipun lembek. Karena sesungguhnya hati yang keras itu jauh dari Allah, tetapi kalian tidak menyadarinya.”

-----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 195-196

Post a comment for "Kisah Zuhudnya Nabi Isa 'Alaihissalam"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa