Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kumpulan Nasihat Hasan al-Bashri


Abu Ubaidah At-Taji bercerita kepada kami, bahwa dirinya mendengar Hasan Al-Bashri bertutur sebagai berikut; Rajin-rajinlah kalian mengilapkan hati, karena hati cepat kotor dan berkarat. Kekang dan kendalikan nafsu ini, karena ia banyak kemauan dan cenderung kepada seburuk-buruknya tujuan. Jika kalian bersikap lunak kepadanya, maka tidak akan ada yang tersisa dari amal kalian.

Berusahalah untuk sabar, kuat, tegar, dan tetap istiqamah, karena hidup ini hanyalah beberapa malam yang bisa dihitung. Kalian tidak lain hanyalah sekumpulan musafir yang berhenti dan salah seorang dari kalian akan segera dipanggil, lalu dia memenuhi panggilan itu tanpa menoleh lagi. Untuk itu, kembali dan pindahlah kalian dengan membawa apa-apa yang baik yang ada di dekat kalian. Sesungguhnya, perkara yang haq ini telah membuat manusia kepayahan dan menghalang-halangi mereka dari keinginan mereka.

Sesungguhnya, yang sabar meneguhi perkara yang haq ini hanyalah orang yang mengetahui keutamaannya dan mengharapkan hasilnya yang baik. Sesungguhnya, barangsiapa yang memuji dunia, maka dia mencela akhirat. Sesungguhnya Allah tidak memberi akhirat dengan amal dunia.

Sesungguhnya, orang yang cinta dunia berada di tepi darinya. Wahai anak Adam, ambillah dari dunia dengan perhitungan dan kehati-hatian, karena tidak ada jalan bagi kekekalan dunia, dan menghadap kepada Allah merupakan sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dihindari. Wahai anak Adam, engkau ingin dirimu disebut dengan kebaikan-kebaikanmu dan engkau tidak ingin disebut dengan kejelekan-kejelekanmu. Engkau membenci hanya berdasarkan prasangka, namun engkau merasa yakin bahwa itu adalah sebuah kebenaran. Padahal, setiap mukmin tahu bahwa ada dua malaikat yang diberi tugas merekam dan mencatat ucapan dan perbuatannya.

Hai anak Adam, sesungguhnya engkau punya kehidupan saat ini dan kehidupan saat nanti. Jual dan tukarlah kehidupanmu saat ini dengan kehidupanmu saat nanti, maka engkau akan mendapatkan kedua-duanya. Jangan engkau menjual dan menukar kehidupanmu saat nanti dengan kehidupanmu saat ini, maka engkau akan kehilangan kedua-duanya. Tukarkan duniamu dengan akhiratmu, niscaya engkau akan mendapatkan kedua-duanya. Jangan tukarkan akhiratmu dengan duniamu, maka engkau akan kehilangan kedua-duanya. 

Sesungguhnya, orang yang paling berhak terhadap Al-Qur`an ini adalah orang yang mengikutinya dengan amal nyata, meskipun dia tidak membacanya. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Telah datang kepadaku suatu masa di mana saya pikir bahwa orang yang membaca Al-Qur`an, dia membacanya karena tulus ikhlas hanya karena Allah dan mengharap apa yang ada di sisi Nya. Akan tetapi, pada akhirnya, terbayang olehku bahwa ada orang-orang yang membaca Al-Qur`an karena manusia dan menginginkan apa yang ada di sisi mereka. Untuk itu, maka tujukanlah amal perbuatanmu hanya untuk Allah semata. Ketahuilah, bahwa dulu kami mengetahui hakekat dan jati diri kalian, karena waktu itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berada di tengah-tengah kita, wahyu masih turun dan Allah mengabarkan kepada kami berita-berita tentang kalian. Ketahuilah, bahwa saat ini, Nabi Muhammad telah pergi dan wahyu telah terputus. Dan sesungguhnya saya mengetahui kalian dengan apa yang akan saya katakan, yaitu barangsiapa di antara kalian yang memperlihatkan perilaku baik, maka kami menganggap dirinya baik dan kami mencintainya atas dasar itu. Sedangkan, barangsiapa memperlihatkan perilaku jelek, maka kami menganggap dirinya jelek dan kami membencinya atas dasar itu. Isi hati dan jati diri kalian adalah rahasia antara kalian dengan Tuhan kalian. Hanya kalian dan Tuhan saja yang tahu.” 

Tinggal di sini (di dunia ini) hanya sebentar dan menetap di sana sangat lama. Umat kalian ini adalah umat terakhir dan kalian adalah termasuk generasi akhir umat kalian ini. Setiap hari dan malam, kalian melakukan perbuatan hina. Orang-orang baik kalian sudah bergegas, maka apa lagi yang kalian tunggu?! Apakah kalian menunggu sampai kalian menyaksikan langsung?! Sepertinya, sungguh demi Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, itu benar-benar segera akan terjadi. Apakah kalian menunggu diutusnya seorang nabi setelah Nabi kalian?! Ketahuilah, bahwasanya tidak ada lagi nabi setelah Nabi kalian, tidak ada lagi kitab suci setelah kitab suci kalian dan tidak ada lagi umat setelah umat kalian ini. Kalian menggiring manusia yang meninggal dunia menuju ke kuburannya, sementara waktu juga menggiring kalian menuju kepada kematian kalian. Sesungguhnya, yang ditunggu adalah orang yang kemudian menyusul orang yang terdahulu.

Semoga Allah merahmati seseorang yang memperhatikan lalu berpikir, berpikir lalu memetik iktibar, memetik iktibar lalu paham, paham lalu sabar. Ada orang-orang yang paham, lalu mereka mengeluh dan tidak sabar, lalu ketidaksabaran mereka itu menghilangkan penglihatan hati mereka. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan apa yang mereka cari dan tidak pula mereka bisa kembali kepada apa yang telah mereka tinggalkan. Waspadalah kalian terhadap hawa nafsu ini. Hawa nafsu yang sesat, menyesatkan dan jauh dari Allah. Hawa nafsu yang sumbernya adalah kesesatan dan tempat kembalinya adalah neraka.

Wahai anak Adam, agamamu, agamamu! Sesungguhnya, agamamu adalah darah dan dagingmu. Jika agamamu selamat, maka selamat pula darah dan dagingmu. Akan tetapi, jika yang terjadi adalah sebaliknya –wa na’udzu billah– maka ujungnya adalah api yang tidak pernah padam, batu yang tidak pernah hancur dan diri yang tidak pernah mati. Hai anak Adam, sesungguhnya engkau akan dibawa menghadap kepada Tuhanmu dan nasibmu tergantung dengan amal perbuatanmu. Untuk itu, pergunakanlah apa yang ada di tanganmu untuk apa yang ada di depanmu. Ketika mati, engkau akan mengetahui kebenaran semua hal yang pernah diberitakan. 

Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau akan ditanya, maka persiapkanlah jawaban. Sesungguhnya, seorang hamba akan tetap baik-baik saja selama dia memiliki penasehat dari dirinya sendiri dan muhasabah adalah bagian dari keinginannya. Wahai anak Adam, jangan engkau remehkan suatu amal ketaatan kepada Allah, meskipun menurutmu itu sedikit dan kecil. Karena, sesungguhnya tidak ada suatu pun amal ketaatan yang kecil dan sedikit. 

Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau meremehkan suatu amal kemaksiatan terhadap Allah, meskipun menurutmu itu remeh dan kecil. Karena, sesungguhnya tidak ada suatu pun amal kemaksiatan yang kecil dan remeh. 

Sesungguhnya papan petunjuk kebaikan sangat jelas dan papan petunjuk keburukan juga sudah sangat jelas. Sebaik-baik urusan adalah yang terpuji kesudahannya dan seburuk-buruk urusan adalah yang tercela kesudahannya. Kalian sudah diberi kebebasan memilih, maka silakan pilih. Pilihlah yang halal dan tinggalkan yang haram. Tinggalkan sesuatu yang engkau masih merasa ragu terhadapnya, pindah kepada sesuatu yang engkau tidak merasa ragu terhadapnya. Ambillah kejernihan dunia dan tinggalkan kekeruhannya.

Wahai anak Adam, kumpulkan! Kumpulkan! Telan! Telan! Kumpulkan di dalam wadah, ikat dalam kantong, naiklah tunggangan yang nyaman dan kenakan baju yang halus. Kemudian dikatakan; matilah engkau. Maka, demi Allah, dia pun pergi sampai ke akhirat. Sesungguhnya, seorang mukmin beramal dalam beberapa hari yang singkat. Dia memandang rendah dunia, lalu dia menggabungkan dunia ke akhiratnya dan menggunakannya untuk mencari bekal. Bagi dirinya, dunia bukanlah rumah tempat menetap. Dia tidak tertarik dengan kenikmatan dunia dan dia tidak merasa senang dengan kemakmurannya. Tidak ada suatu pun ujian menimpa dirinya yang dia anggap besar dan berat. Di samping itu, dia selalu mengharap pahala di sisi Allah atas ujian yang menimpanya tersebut. Orang-orang Islam yang cerdas berkata, “Sesungguhnya ini hanyalah pergi pagi dan pulang sore, perjalanan di sebagian waktu malam dan keistiqamahan.” 

Wahai anak Adam, jangan sampai ada suatu apa pun yang membelokkan dan memalingkan engkau dari kebaikan. Sesungguhnya Allah tidak bisa dikelabui dan dikecoh menyangkut surga-Nya, dan Dia tidak memberikan surga kepada siapa pun hanya dengan angan-angan. Wahai anak Adam, perhatikanlah amal perbuatanmu, dalam keadaan bagaimana amalmu itu ketika engkau menemuinya kelak. Sesungguhnya, orang orang yang bertaqwa memiliki sejumlah tanda pengenal, yaitu jujur perkataan, menunaikan amanah, menepati janji, tidak berbesar hati, tidak sombong, silaturahim, mengasihi orang-orang lemah, memiliki jiwa sosial tinggi, berbudi pekerti luhur, dan mengikuti ilmu. Di antara kita ada orang-orang ajam (non-Arab), orang badui yang tidak memiliki pemahaman dan tidak pula agama, orang munafik yang mendustakan dan pemimpin yang melampaui batas. Mereka dipanggil oleh penyeru, lalu mereka bergegas ikut pergi bersamanya laksana seperti ngengat api (kupu-kupu kecil yang suka terbang di sekitar api dan menjatuhkan diri ke dalamnya) dan lalat kerakusan.

Ada orang-orang yang menjual agama mereka dan menukarnya dengan harga yang remeh. Ada orang-orang yang membangun, memperindah dan menghiasi, lalu memanggil orang-orang, “Lihatlah.” Kami telah melihat wahai orang yang paling fasik. Adapun ahli dunia, maka mereka memperdaya engkau. Sedangkan ahli akhirat, maka mereka membencimu. Sesungguhnya, orang Mukmin, dia adalah sosok yang santun. Jika dikasari, dia tetap santun. Dia tidak mau berbuat zhalim. Jika dizhalimi, maka dia memaafkan. Dia tidak kikir. Jika ada yang kikir terhadapnya, maka dia sabar. 

Sesungguhnya, orang-orang Mukmin melihat dan memperhatikan. Lalu, setelah tahu bahwa urusan ini kelak dimintai pertanggungjawaban, maka mereka hanya mau mendapatkan harta dari jalan yang halal, makan harta yang baik, membelanjakan dengan hemat (tidak berlebih-lebihan) dan gemar bersedekah. Sungguh demi Allah, mereka tidak pernah menganggap banyak suatu kebaikan yang mereka kerjakan karena Allah, dan mereka tidak pernah menganggap enteng suatu kejelekan yang diperintahkan oleh setan kepada mereka, sekecil apa pun itu. 

Ada orang-orang yang menjadikan hamba-hamba Allah seperti budak dan binatang milik yang mereka perlakukan semau mereka. Umar bin Al-Khaththab a berkata, “Merupakan bagian dari kesesatan menurut seorang Mukmin, pertama, kuman di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Kedua, benci dan marah kepada orang lain karena sesuatu yang sebenarnya dia juga melakukannya. Ketiga, menyakiti teman dengan sesuatu yang sebenarnya itu bukan urusannya.” 

Wahai anak Adam, meninggalkan perbuatan salah lebih ringan bagiku daripada melakukan pertaubatan. Wahai anak Adam, engkau akan tetap baik-baik saja selama engkau tidak melakukan perbuatan dosa besar. Perhatikanlah dirimu, hatimu dan amal perbuatanmu.

Wahai anak Adam, janganlah engkau lebih percaya kepada apa yang ada di tanganmu daripada apa yang ada di sisi Allah. Sungguh, saya pernah hidup bersama dengan beberapa kaum, hingga saya bertemu dengan kalian. Demi Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, mereka adalah orang-orang yang lebih zuhud terhadap apa yang Allah halalkan buat mereka daripada kezuhudan kalian terhadap apa yang Allah haramkan atas kalian. Mereka lebih memahami agama mereka dengan hati mereka daripada pemahaman kalian terhadap sesuatu yang kalian lihat dengan penglihatan mata kalian. Mereka lebih takut amal-amal baik mereka ditolak daripada ketakutan kalian akan diadzab atas perbuatan-perbuatan jelek kalian. 

Hai anak Adam, peliharalah dirimu dari apa yang Allah haramkan atas engkau, niscaya engkau menjadi seorang abid. Ridha dan puaslah dengan pembagian Allah, niscaya engkau menjadi orang yang kaya. Bertetanggalah engkau secara baik dengan orang-orang yang bertetangga denganmu, maka engkau menjadi orang Mukmin. Senangilah untuk orang lain apa yang engkau senangi untuk dirimu, maka engkau menjadi seorang Muslim. Kurangi tertawa, karena sesungguhnya tertawa bisa membuat hati menjadi mati.

Wahai anak Adam, jangan engkau gantungkan hatimu kepada dunia. Jika engkau gantungkan hatimu kepada dunia, maka itu berarti engkau menggantungkan hatimu kepada seburuk-buruk sesuatu yang digantungi. Potong potonglah tali dunia dan tutuplah pintu-pintunya terhadap dirimu. Cukuplah bagimu apa yang sudah bisa membawamu sampai ke tempat tujuan. Dunia pergi, sementara amal perbuatan menjadi kalung yang melilit di leher anak cucu Adam. Sesungguhnya Allah telah memilih Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pengetahuan Nya. Allah memilih beliau, menurunkan Kitab-Nya kepada beliau dan menjadikan beliau sebagai Rasul-Nya kepada makhluk-Nya. 

Kemudian, Allah menempatkan beliau di suatu posisi dari dunia yang bisa dilihat oleh penduduk bumi dan memberi beliau dari dunia dengan kadar secukupnya. Kemudian, Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (Al-Ahzab:21) Lalu, ada orang-orang yang tidak menyukai Sunnah Nabi mereka, maka Allah menjauhkan mereka dan membinasakan mereka. Allah telah memerintahkan kita untuk mencontoh Nabi kita, berakhlak dengan akhlak beliau, dan mengikuti petunjuk beliau.

Ada orang-orang yang berkata pada masa Nabi mereka, “Sungguh demi Allah, kami benar-benar mencintai Tuhan kami.” Lalu, Allah menurunkan ayat, “Katakanlah; Jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran: 31) Mengikuti Sunnah Nabi, Allah jadikan sebagai tanda mahabbah (kecintaan) kepada-Nya. Kemudian, Allah menjadikan perbuatan sebagai bukti perkataan, apakah perbuatan seseorang konsisten dengan ucapannya ataukah tidak. 

Maka, jika seorang hamba mengatakan suatu perkataan yang baik dan mengerjakan amal perbuatan yang baik, maka Allah mengangkat perkataannya itu dengan amalnya. Tetapi, jika seorang hamba mengatakan perkataan yang baik, namun dia melakukan perbuatan yang jelek, maka Allah menolak perkataan itu dan tidak berkenan menerimanya. Dan itu terdapat dalam Kitabullah, “Kepada Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” (Fathir: 10)

------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 188-194

Post a comment for "Kumpulan Nasihat Hasan al-Bashri"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa