Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nasihat Seorang Rahib Kepada Musafir




Abdurrahman bin Hafsh Al-Jumahi bercerita kepada kami; Alkisah, ada sekelompok orang melakukan sebuah perjalanan. Di tengah perjalanan, mereka tersesat, lalu mereka menepi dari jalan utama menuju ke sebuah biara milik seorang rahib yang tinggal seorang diri di sana. Lantas, mereka memanggil si rahib. Mendengar ada yang memanggil, si rahib pun melongok keluar. Mereka berkata kepada rahib, “Kami telah tersesat jalan.” Sambil menunjuk ke arah langit, rahib berkata, “Di sini.” Mereka pun paham apa yang dimaksud oleh si rahib. “Bertanyalah kepadanya,” kata sebagian dari mereka kepada yang lain.

“Kami ingin bertanya kepadamu, apakah engkau akan bersedia menjawab nya?” Kata mereka kepada si rahib. Si rahib berkata, “Silakan bertanya, tapi jangan terlalu banyak, karena siang tidak akan kembali, umur tidak akan balik, sementara si pengejar sangat cepat kejarannya dan serius dalam mengejar.” Mendengar jawaban seperti itu, mereka pun takjub. “Bagaimana nasib makhluk kelak di hadapan Tuhan mereka?” Tanya mereka setelah itu.

“Sesuai dengan niat mereka,” jawab si rahib. “Lalu, ke mana tempat kembali?” Tanya mereka. “Sesuai dengan amal perbuatan yang pernah dilakukan,” jawabnya. “Berilah kami nasehat,” kata mereka. “Berbekallah menurut kadar perjalanan kalian, karena sebaik-baik bekal adalah yang cukup untuk membawa sampai ke tempat tujuan,” jawabnya. Lalu, si rahib menunjukkan arah jalan yang benar kepada mereka. Kemudian, dia memasukkan kembali kepalanya ke dalam biara.

--------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 217

Post a comment for "Nasihat Seorang Rahib Kepada Musafir"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa